"Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Tiongkok terhadap pasar dunia, saya dengan ini menaikkan tarif yang dikenakan kepada Tiongkok oleh Amerika Serikat menjadi 125 persen, berlaku segera," tegas Trump dalam pernyataannya, menunjukkan ketegangan perdagangan yang semakin memanas antara kedua negara adidaya tersebut.
Kebijakan terbaru Trump ini tentu akan membawa dampak yang berbeda bagi masing-masing negara.
Sementara 75 negara, termasuk Indonesia, dapat sedikit bernapas lega dengan penundaan tarif, China justru harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar akibat lonjakan tarif impor yang sangat tinggi.
Langkah agresif Trump ini semakin memperjelas bahwa perang dagang antara AS dan China masih jauh dari kata usai dan berpotensi membawa gejolak baru bagi perekonomian global.(*)
Artikel Terkait
JK Tegas: Makan Bergizi Gratis Bukan 'Tameng' Hadapi Gempuran Tarif Trump
Pembukaan Pasca Lebaran Berdarah: IHSG Anjlok 9,16 Persen, Pengamat Soroti Perlawanan 50 Negara pada Tarif Impor Trump
Sri Mulyani Skakmat Kebijakan Tarif Resiprokal Trump: Semua Ekonom Angkat Tangan!
SBY Bongkar Taktik Prabowo Hadapi 'Trump Effect': 'Dual Track Strategy' Andalkan ASEAN dan Diplomasi
Luhut Beri Garansi: Indonesia Tak Perlu Panik Tarif Trump! Pengalaman Kita Hadapi Krisis Sudah Segudang!
Indonesia Optimis Hadapi Gelombang Tarif Trump: Fondasi Ekonomi Disebut Solid
Sri Mulyani Tegaskan APBN Aman dari Kebobolan di Tengah Kebijakan Tarif Kontroversial Trump
Bom Waktu Perdagangan Global Meledak: Tarif Resiprokal Trump Berlaku, Impor China ke AS Meroket 104%!
Australia Gigit Jari! Larang Daging Babi AS, Langsung Dihantam Tarif Resiprokal Trump 10%
Trump Nyalakan Lagi Bara Batu Bara: Berkah Sesaat untuk RI, Langkah Mundur Iklim Global?