"Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Tiongkok terhadap pasar dunia, saya dengan ini menaikkan tarif yang dikenakan kepada Tiongkok oleh Amerika Serikat menjadi 125 persen, berlaku segera," tegas Trump dalam pernyataannya, menunjukkan ketegangan perdagangan yang semakin memanas antara kedua negara adidaya tersebut.
Kebijakan terbaru Trump ini tentu akan membawa dampak yang berbeda bagi masing-masing negara.
Sementara 75 negara, termasuk Indonesia, dapat sedikit bernapas lega dengan penundaan tarif, China justru harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar akibat lonjakan tarif impor yang sangat tinggi.
Langkah agresif Trump ini semakin memperjelas bahwa perang dagang antara AS dan China masih jauh dari kata usai dan berpotensi membawa gejolak baru bagi perekonomian global.(*)