Sulawesinetwork.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara mengenai strategi pemerintah dalam menghadapi kebijakan tarif impor kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Secara tegas, JK menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto, bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi dampak tarif impor sebesar 32 persen yang dikenakan AS kepada Indonesia.
Sebelumnya, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) sempat menyampaikan bahwa MBG menjadi salah satu dari tiga strategi utama Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global, termasuk imbas dari tarif dagang internasional.
Strategi lainnya adalah hilirisasi sumber daya alam dan perluasan kemitraan dagang global.
Namun, pandangan berbeda dilontarkan oleh Jusuf Kalla. Saat ditemui wartawan pada Sabtu (5/4), JK dengan lugas menyatakan ketidaksetujuannya atas korelasi antara MBG dan tarif Trump.
"(MBG ada kaitannya dengan tarif Trump?). Nggak, nggak terkait. Ini kan hubungannya dengan industri. Ini kan industri. Industri seksi, industri sawit, industri karet, industri udang, efeknya ke sini. Tidak ada efeknya ke Makan Bergizi Gratis," tegas JK.
Menurut JK, permasalahan tarif impor yang dikenakan AS lebih berkaitan erat dengan sektor industri unggulan Indonesia seperti sawit, karet, dan udang.
Dampak dari tarif tersebut akan langsung dirasakan oleh industri-industri ini, dan program MBG yang berfokus pada peningkatan gizi masyarakat tidak memiliki kaitan langsung dalam mengatasi persoalan tarif dagang internasional.
Lebih lanjut, JK justru menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri. Beliau menyarankan agar program tersebut dievaluasi kembali.
Menurutnya, beban yang diemban oleh Badan Gizi Nasional akan terlalu berat jika harus menjalankan program ambisius ini seorang diri.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran JK mengenai efektivitas dan keberlanjutan program MBG jika tidak ada dukungan dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak.
Artikel Terkait
Makin Absurd: Kebijakan Dagang Trump Sasar Pulau Penguin Tak Berpenghuni!
Skandal Guru Besar UGM: Belasan Mahasiswa Jadi Korban Kekerasan Seksual Sejak 2023, Kampus Ambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Pelecehan Seksual Guncang UGM: Guru Besar Farmasi Terancam Sanksi Berat!
Surya Sahetapy Kenang Tinggal Bareng Sang Ayah: Momen Terkunci Pintu Jadi Cerita Lucu di Balik Sosok Pekerja Keras Ray Sahetapy
Kabar Gembira ASN! Tak Perlu Buru-buru Ngantor 8 April, Ini Kata Resmi PANRB
Gubernur Andi Sudirman Pencanangan Muhammadiyah, Dukung Pembangunan SDM dan Hadiri Syawalan Meriah
Menhub Acungi Jempol Kebijakan WFA ASN 8 April: Langkah Jitu Urai Kemacetan Arus Balik Lebaran 2025