nasional

Kepala Desa Wajib Tahu! Ini Strategi Mendes Perkuat Ketahanan Pangan dan Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Rabu, 19 Februari 2025 | 09:50 WIB
Mendes Yandri Susanto soal ketahanan pangan di desa (kemendes.go.id)

Sulawesinetwork.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto terus mengakselerasi pembangunan desa dengan menggandeng berbagai lembaga, kementerian, hingga perbankan.

Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Kemendes bekerja sama dengan TNI melalui peran Bintara Pembina Desa (Babinsa di seluruh desa.

Baca Juga: Nokia UltraView 2025 Hadir dengan Kamera 300MP dan Baterai 7000mAh, Mengguncang Pasar Smartphone

"Babinsa selama ini sudah aktif dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Sekarang, kami akan memperkuat peran mereka untuk memastikan 20% Dana Desa dialokasikan bagi sektor ketahanan pangan," ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Senin (17/2/2025).

BUMDes Jadi Penggerak Ekonomi Lokal untuk MBG

Selain ketahanan pangan, Kemendes juga menggandeng Badan Gizi Nasional untuk mendukung program MBG dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyedia bahan baku makanan.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Guru! Tunjangan Profesi Naik, Sertifikasi Dipercepat

Dengan strategi ini, desa-desa akan diarahkan menjadi desa tematik yang fokus pada produksi pangan seperti telur, ayam, ikan, sayuran, hingga cabai. Langkah ini tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan bergizi tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.

"Desa-desa ini akan menjadi tulang punggung rantai pasokan makanan bergizi untuk masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal," jelas Yandri.

Desa Bebas Sampah dan Ekonomi Kreatif Jadi Prioritas

Baca Juga: Cek Pencairan Tunjangan Profesi Guru Agama, Begini Langkah-langkahnya!

Selain sektor pangan, Kemendes bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan program 'No Residu', yang bertujuan mengelola sampah desa agar tidak menjadi sumber masalah lingkungan.

Sementara itu, kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif akan membuka peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Halaman:

Tags

Terkini