Sulawesinetwork.com - Posisi manajer Koperasi Merah Putih dipandang menjadi jalur karier jabatan profesional yang menjanjikan dengan tanggungjawab dan penghasilan yang kompetitif.
Jika dulu koperasi identik dengan pengelolaan sederhana dan terbatas, kini pemerintah ingin menghadirkan sistem manajemen modern yang profesional, transparan, dan mampu bersaing.
Karena itu, posisi manajer menjadi sangat strategis. Mereka bukan hanya bertugas mengatur operasional koperasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Ini Daftar Ketua Umum Partai Terlama di Indonesia
Mulai dari pengelolaan usaha, penguatan modal, pengembangan jaringan bisnis, hingga memastikan koperasi benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Transformasi ini dilakukan agar koperasi desa tidak lagi berjalan seadanya, tetapi mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang kuat dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, Zulkifli Hasan, mengisyaratkan bahwa gaji manajer akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari lulusan D-3, D-4, hingga S-1.
Baca Juga: Sistem Resi Gudang Jadi Peluang Besar, Bupati Sinjai Minta Pendampingan Hingga ke Petani
Meski nominal resminya belum diumumkan, banyak pihak memperkirakan gaji manajer Koperasi Merah Putih akan cukup kompetitif.
Jika merujuk pada data dari berbagai platform pencari kerja seperti Jobstreet, rata-rata gaji manajer di Indonesia berada pada kisaran Rp7,5 juta hingga Rp15 juta per bulan.
Bahkan, untuk sektor tertentu dengan tanggung jawab besar, penghasilan seorang manajer bisa menembus puluhan juta rupiah.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Sabet Award Nasional, Program MYP Jadi Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin menarik talenta terbaik untuk mengelola koperasi desa. Sebab, dengan tanggung jawab besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, dibutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten dan memiliki visi pembangunan jangka panjang.
Manajer Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi wajah baru koperasi Indonesia—bukan sekadar pengurus administrasi, tetapi pemimpin ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.