Baca Juga: Cetak Rekor! Kuota Rumah Subsidi Tembus 350.000 Unit, Peran Vital Sufmi Dasco Diungkap Menteri Ara
Selain usia, kondisi fisik adalah penentu utama sah atau tidaknya kambing kurban Anda.
Mengurban-kan hewan yang sempurna adalah wujud ketakwaan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, ada empat kondisi fisik fatal yang harus Anda hindari saat memilih kambing kurban:
- Buta Sepenuhnya atau Sebagian: Kambing yang buta, baik pada salah satu maupun kedua matanya, tidak sah dijadikan hewan kurban. Ini karena kebutaan dianggap sebagai cacat yang mengurangi kualitas hewan.
- Pincang Parah yang Mengganggu Gerak: Perhatikan cara jalan kambing. Jika terlihat pincang parah hingga tidak bisa berjalan secara normal dan kesulitan mencari makan, maka hindari! Hewan kurban haruslah lincah dan aktif.
- Sangat Kurus Kering (Tidak Bersumsum): Hewan yang terlalu kurus, sampai-sampai tidak memiliki sumsum tulang yang cukup, juga tidak diperbolehkan. Ini menandakan hewan tersebut tidak sehat dan tidak layak untuk dipersembahkan sebagai kurban. Pilih kambing yang berisi dan sehat!
- Sakit Parah: Ini adalah poin paling jelas. Kambing yang menunjukkan gejala sakit parah seperti lesu, tidak nafsu makan, atau memiliki luka serius, tidak boleh dijadikan hewan kurban. Hewan kurban harus dalam kondisi prima dan sehat wal afiat.
Baca Juga: Kisah Emil Audero: Timnas Indonesia Makin Solid, Siap Sambut 'Pemain ke-12' Lawan China!
Momen Idul Adha adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlimpah.
Dengan memahami dan menerapkan syarat-syarat di atas, kita tidak hanya memastikan sahnya ibadah kurban, tetapi juga menunjukkan kesungguhan kita dalam beribadah.
Pilihlah kambing kurban dengan cermat, pastikan usianya tepat, dan kondisinya sehat tanpa cacat.
Semoga ibadah kurban kita di Idul Adha 2025 diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua.
Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H!(*)