Dalam keterangannya, akan ada jarak yang cukup signifikan dalam waktu menyebarkan informasi peringatan dini tersebut.
“Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen,” kata Muslihhuddin.
“Kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70 persen,” imbuhnya.
Pemotongan anggaran BMKG bisa mempengaruhi keselamatan rakyat di banyak lini
Untuk jangka panjangnya, Muslihhuddin juga mengungkapkan adanya kemungkinan dampak di banyak lini.
Ilmu tentang iklim dan tektonik di Indonesia bisa terganggu karena terhentinya modernisasi sistem juga peralatan yang dimiliki oleh Indonesia.
Baca Juga: Kembali Ungkit Korupsi di Pidato Terbaru, Presiden Prabowo: Mbok Ya Sadar, Kembaliin Uang Rakyat
Dalam bidang transportasi, khususnya laut dan udara juga akan terpengaruh karena kedua transportasi tersebut membutuhkan data tentang perkiraan cuaca.
Akibatnya, keinginan untuk menjamin keselamatan transportasi udara dan laut hingga akurasi menyentuh angka 100 persen akan sulit untuk terwujud.
Layanan ketahanan pangan, energi, dan air juga akan terganggu karena layanan pembangunan yang memiliki ketahanan iklim dan bencana juga terganggu.
Baca Juga: Siap-Siap! Pemerintah Bakal Siapkan Internet 100 Mbps Dengan Harga Rp100 Ribu, Simak Ulasannya
Peringatan dini tsunami di wilayah Samudera Hindia dan ASEAN yang biasanya didapat dari BMKG, akses informasinya juga akan terganggu.
BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran
Muslihhuddin mengatakan jika BMKG mendukung efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Artikel Terkait
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Untuk 32 Wilayah Indonesia, Rabu 23 November 2022
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem 23 Daerah Berpotensi Dilanda Banjir Rabu 23 November 2022
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Untuk 20 Wilayah Indonesia, Kamis 24 November 2022
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem 21 Daerah yang Berpotensi Dilanda Banjir Kamis 24 November 2022
Peringatan Dini BMKG: 31 Daerah di Indonesia Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Mulai 22 Hingga 24 November 2022
BMKG: Sejumlah Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan, Mulai 6 Juni Hingga 12 Juni, Cek Sekarang
Fenomena El Nino di Sulsel Diduga Akan Berkepanjangan. BMKG Perkirakan Dampaknya Hingga Tahun 2024 Mendatang
BMKG Berikan Aplikasi Hidrometeorologi ke Pemerintah Kabupaten Bulukumba
BMKG Temukan 3 Bibit Siklon Tropis, Ajak Masyarakat Waspada dengan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Warning dari BMKG, Begini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Antisipasi Potensi Bencana yang Memakan Korban