"Dengan kesadaran penuh, saya mencabut pernyataan tersebut, demi menjaga ruang dialog publik yang sehat dan tidak menimbulkan salah tafsir yang berlarut-larut," tulisnya.
Insiden ini kembali menunjukkan dinamika di ranah politik dan media sosial, di mana sebuah pernyataan bisa dengan cepat menjadi viral dan memicu berbagai respons, termasuk dari figur publik sekelas Presiden.
Respon Jokowi yang menekankan rasionalitas diharapkan dapat meredakan polemik dan mengarahkan kembali diskusi ke ranah yang lebih sehat.(*)