Sulawesinetwork.com – Gonjang-ganjing dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sempat meresahkan sebagian publik Tanah Air kini menemui titik terang.
Bareskrim Polri, melalui serangkaian uji laboratorium forensik (labfor) yang komprehensif, mengklaim bahwa skripsi dan ijazah sarjana milik Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli dan identik dengan pembandingnya.
Dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, 22 Mei 2025, Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, membeberkan hasil investigasi yang melibatkan pemeriksaan mendalam terhadap skripsi Jokowi yang berjudul 'Studi tentang Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'.
Baca Juga: Tragis! Dua Staf Kedutaan Israel Tewas Ditembak di Washington, Pelaku Teriakkan 'Bebaskan Palestina'
"Atas skripsi tersebut telah diuji Puslabfor dengan skripsi rekan-rekan senior dan junior Bapak Joko Widodo," terang Rahardjo.
Uji labfor tak hanya berhenti pada substansi skripsi, namun juga merambah ke detail teknis pembuatannya.
Penyidik meneliti jenis mesin ketik yang digunakan Jokowi saat menyusun skripsinya di Fakultas Kehutanan UGM.
Baca Juga: Dicap 'Gubernur Lambe Turah', Dedi Mulyadi Beri Respons Santai!
Rahardjo menjelaskan, pada era tersebut, terdapat dua jenis mesin tik yang umum digunakan, yaitu tipe Pica dan Elite.
"Tipe Pica memuat 10 huruf dalam 1 inch dan tidak menunjuk font tertentu yang sekarang ada dalam tipe ketikan digital," jelasnya.
Hasil penelitian Puslabfor menunjukkan bahwa tulisan pada skripsi Jokowi, dari Bab I hingga akhir, menggunakan mesin tik tipe Pica.
Yang menarik, lembar pengesahan skripsi diketahui dibuat dengan teknik handpress letterpress, sebuah metode cetak tradisional yang membuat tulisan tidak rata atau sedikit cekung saat diraba.
"Khusus lembar pengesahan skripsi, dibuat dengan handpress letterpress, sehingga apabila diraba tulisannya tidak rata atau cekung," papar Rahardjo.