5. Filipina (33/100) – Peringkat 114
Reformasi berjalan lambat di tengah lemahnya penegakan hukum.
Baca Juga: Seleksi Lapak UMKM Pantai Merpati Menuai Polemik, Legislator Bulukumba Angkat Bicara
6. Indonesia (37/100) – Peringkat 99
Skor menurun, mencerminkan lemahnya pemberantasan korupsi.
7. Vietnam (40/100) – Peringkat 88
Reformasi ada, namun suap dan penyalahgunaan kekuasaan masih tinggi.
8. Malaysia (50/100) – Peringkat 57
Skor membaik, namun transparansi di sektor publik masih perlu ditingkatkan.
9. Brunei – Tidak Tercantum
Tidak masuk dalam CPI 2024, namun dinilai relatif bersih dari korupsi.
10. Singapura (84/100) – Peringkat 3
Negara dengan tata kelola pemerintahan terbaik di kawasan.
Tantangan Besar bagi Asia Tenggara
Secara umum, mayoritas negara Asia Tenggara masih menghadapi tantangan serius dalam memperkuat penegakan hukum dan transparansi publik.
Baca Juga: Jeritan Warga Ujung Bulu! Anggota DPRD Anggoro Suarakan Krisis Air Bersih Rapat Movev
Korupsi tak hanya menggerus ekonomi, tetapi juga menciptakan ketimpangan sosial dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Dengan tren CPI 2024 ini, para ahli mendesak perlunya komitmen jangka panjang dari masing-masing negara untuk menciptakan sistem pemerintahan yang bersih, adil, dan akuntabel.***