Trump memastikan bahwa tarif 10 persen untuk semua impor asing mulai berlaku pada 5 April 2025.
Sementara itu, tarif yang lebih tinggi, termasuk yang kini menyasar Australia, diberlakukan mulai hari ini, Rabu (9/4/2025), menyasar negara-negara dengan defisit perdagangan terbesar dengan AS atau yang dianggap memberlakukan kebijakan perdagangan yang tidak adil.
Baca Juga: Heboh Gaji PNS Naik 16 Persen Jadi Trending, BKN Akhirnya Buka Suara!
Keputusan AS mengenakan tarif terhadap Australia ini tentu menjadi pukulan telak bagi para eksportir Australia dan berpotensi memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara sekutu ini.
Australia kini berada di persimpangan jalan, dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan kebijakan proteksi terhadap sektor pertaniannya atau membayar mahal dengan tarif impor yang merugikan di pasar AS yang besar dan penting. Dunia pun menanti respons Canberra terhadap langkah agresif Washington ini.(*)
Artikel Terkait
Update Kasus Impor Gula Kemendag: Tom Lembong Pertanyakan Kenapa Hanya Dirinya yang Jadi Terdakwa
Skandal Impor Gula: JPU Sebut Eksepsi Tom Lembong Masuk Ranah Pembuktian Perkara!
'Hari Pembebasan' Trump Berbuntut Petaka? Tarif Impor 32% Mengancam Ekonomi Indonesia!
'Hari Pembebasan' Trump Jadi Mimpi Buruk? Indonesia Dihantam Tarif Impor 32%!
Bukan Sekadar Tarif, Tapi 'Balas Dendam'? Trump Ungkap Alasan di Balik Pajak Impor 32% ke Indonesia!
Tarif Impor AS Mengancam, Prabowo: Kita Cari Jalan Keluar, Jangan Terlalu Manja!
IHSG Terjun Bebas di Pembukaan Selasa: Tertekan Sentimen Tarif Impor AS
Pembukaan Pasca Lebaran Berdarah: IHSG Anjlok 9,16 Persen, Pengamat Soroti Perlawanan 50 Negara pada Tarif Impor Trump
Gebrakan Prabowo di Sarasehan Ekonomi: Basmi Rente Impor, Bea Cukai Jangan Macam-Macam!
Prabowo Geram: Stop Kuota Impor Diskriminatif yang Cuma Bikin Kaya Segelintir Orang!