Sulawesinetwork.com – Sebuah badai kontroversi tengah melanda jagat politik Tanah Air.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjadi sorotan tajam publik, menyusul pernyataannya yang dinilai meremehkan tragedi kemanusiaan pada peristiwa kelam Mei 1998.
Sebelumnya, pernyataan Fadli Zon terkait pemerkosaan massal 1998 menuai gelombang kritik dan desakan agar ia segera meminta maaf.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Bakal Ada Serangan Besar-besaran Israel ke Iran, Minta Warga Teheran Mengungsi
Ucapan sang menteri dalam sebuah wawancara dianggap keliru dan melukai perasaan banyak pihak.
Pangkal permasalahannya? Fadli Zon dengan gamblang menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat mengenai insiden pemerkosaan massal yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 silam.
Kini, bola panas bergulir ke meja parlemen. Komisi X DPR RI akan memanggil Fadli Zon untuk meminta klarifikasi resmi mengenai ucapannya tersebut.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Nelayan Bulukumba Saat Memancing: Perahu Ditemukan, Pemilik Masih Dicari
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menjadi garda terdepan yang menyoroti pernyataan Fadli Zon yang menganggap pemerkosaan massal dalam huru-hara Mei 1998 sebagai sebatas rumor.
"Pernyataan Menteri Kebudayaan yang menyebut bahwa pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 hanya sebatas rumor, perlu secara resmi diklarifikasi," tegas Hadrian kepada awak media di Kemendikti Saintek, Jakarta, pada Selasa, 17 Juni 2025.
"Komisi X DPR RI tentu akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait pernyataannya tersebut."
Baca Juga: Lolos atau Gagal? Ini Cara Cek Hasil PPPK Tahap 2 2024 Yang Diumumkan Hari Ini
Hadrian mengungkapkan bahwa Fadli Zon kemungkinan besar akan hadir dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi X, yang dijadwalkan pada 24 Juni 2025 mendatang.
"Tentu Masa Sidang IV yang akan dimulai pada 24 Juni atau minggu depan, kami akan mengagendakan Raker/RDP dengan seluruh mitra Komisi X, termasuk Kementerian Kebudayaan," jelasnya.
Artikel Terkait
Terobosan Kampung Haji Indonesia: DPR Yakin Biaya Haji dan Umrah Bakal Lebih Ringan!
Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Bikin Geram DPR: Polisi Diminta Sikat Habis Pelaku Inses Online!
Inovasi Haji: DPR Usulkan Pemangkasan Durasi di Arab Saudi Jadi 30 Hari
DPR Usul Gaji Guru di Indonesia Rp 25 Juta per Bulan, Kesejahteraan dan Kualitas Pendidikan
DPR Tegas: Jangan Sampai Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sumber Penyakit!
Tak Semua ASN Diusulkan Pensiun di Usia 70 Tahun, Pro-Kontra dan Respons dari Istana Hingga DPR
Gibran Terancam Lengser? Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan ke DPR
Geger di Senayan! DPR Terima Surat Usulan Pemakzulan Wapres Gibran dari Forum Purnawirawan TNI
DPR Tolak Keras Wacana Legalisasi Kasino: Belum Waktunya, Kultur Kita Berbeda!
Horor Politik di Minnesota: Anggota DPR Demokrat Ditembak Mati, Pelaku Buron dengan Daftar 70 Target!