Sulawesinetwork.com - Di tengah sorotan intens Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin pada peran politik praktis di lingkungan pendidikan, perguruan tinggi menjadi panggung sentral perdebatan sebagai saksi dari konflik keterlibatan politik praktis dalam kampus Univiersitas Hasanuddin.
Politik Praktis kian nyata di Kampus Universitas Hasanuddin. Baru baru ini beredar diberbagai sosial media Surat pernyataan dan Komitmen Prof. Jamaluddin Jompa pada Pemilihan Rektor Periode 2022-2026.
Dari beberapa poin yang terlihat dari surat pernyataan dan komitmen yang ditanda tangani diatas materai tersebut. Tertera dalam Poin ke 2 yaitu "Berkomintmen untuk membantu Kepentingan PDI Perjuangan di Provinsi Sulawesi Selatan Khususnya di Dunia Kampus".
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Bupati Andi Ina Bicara Strategi Pemberdayaan Perempuan di Talkshow PIM Makassar
Hal tersebut menjadi pembicaraan serius dikalangan Civitas Akademika Universitas Hasanuddin. Salah satunya datang dari Ketua Aliansi Alumni Pemerhati Unhas Syahrullah Sanusi, ia merupakan Alumni S1 dan S2 Universitas Hasanuddin yang juga merupakan kader HMI Komisariat Makassar Timur.
"Beredarnya surat Pernyataan dan Komitmen tersebut merupakan sebuah bukti bahwa Partai politik telah menyasar ke kalangan perguruan tinggi. Hal itu menjadikan perguruan tinggi negeri sebagai ajang politik praktis yang jauh dari tujuannya," jelas Syahrullah Sanusi. Minggu, 21 Desember 2025.
"Saya kembali mengingat masa masa kuliah dulu. Bagaimana Universitas Hasanuddin merupakan akar idealis bagi orang-orang intelektual dan bermoral dan melahirkan orang-orang terdidik," lanjutnya.
Baginya, Surat yang ditanda tangani Prof. Jamaluddin Jompa itu mengakibatkan proses pemilihan Rektor sangat jauh dari arus Demokrasi, kampus akan didominasi oleh kekuatan Partai Politik.
Baca Juga: Universitas yang Menyakitkan: Ketika Rektor Dipilih Bukan Karena Layak, Tapi Karena Politik Praktis
"Berdasarkan hal tersebut perlu dibuatkan sebuah solusi agar Rektor terpilih dapat bersinergi dengan baik dan merupakan Rektor yang ideal yang memiliki komitmen tinggi dalam memajukan marwah pendidikan dan moralitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia yang seutuhnya," tutupnya.
Penjelasan Teori Politik Praktis Kampus
Diskusi tentang politik dalam lingkungan kampus bukanlah suatu fenomena baru. Namun dengan adanya polarisasi politik dan munculnya gerakan mahasiswa yang aktif, perdebatan mengenai keterlibatan politik praktis di lingkungan kampus semakin kompleks.
Secara tidak langsung, struktur dan upaya politik praktis mengajak pihak lain untuk berpartisipasi dalam bidang politik (Nardeak, 2015).
Artikel Terkait
Buka Training SCW, Edy Manaf Nyalakan Semangat Pelajar Bulukumba Lawan Korupsi
Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Tim Medis Sulsel dan Andalan Peduli Usai Misi Kemanusiaan di Aceh
Konferensi PGRI Barru 2025: Bupati Andi Ina Pastikan TPP Guru Aman Meski Transfer Pusat Berkurang
Program Mudik Gratis Nataru dari Gubernur Sulsel Siapkan 7 Armada Bus Bagi 250 Penumpang, Ini Rutenya
Tim Kemanusiaan Pemkab Barru Tembus Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Alat Kebersihan dan Logistik untuk Korban Banjir
Tembus Guyuran Hujan, Bupati Barru Hadiri Upacara Hari Juang Infanteri ke-77 di Kodam XIV Hasanuddin
Potensi Sulsel Dilirik DKI Jakarta, Gubernur Andi Sudirman Bahas Investasi dan Reformasi Birokrasi
Peringati Hari Bela Negara ke-77, Pj. Sekda Barru Tegaskan: Bela Negara Bukan Hanya Tugas TNI/Polri