Sulawesinetwork.com - Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengungkap temuan awal komisi usai menerima masukan publik.
Jimly menyebut masalah internal Polri sangat kompleks dan membutuhkan solusi fundamental untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Komisi Percepatan Reformasi Polri mulai memetakan berbagai persoalan di tubuh Polri setelah membuka ruang partisipasi publik sejak dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jimly Asshiddiqie mengatakan komisi saat ini berada pada tahap ‘belanja masalah’ untuk mengidentifikasi akar gangguan dalam tata kelola kepolisian.
Baca Juga: Humas IKP Barru Kembali Raih Peringkat Pertama Nasional Amplifikasi AKP Oktober 2025
“Jadi sekarang kita masih belanja masalah jadi kalau ditanya masalah banyak banget ya,” kata Jimly kepada awak media pada Kamis, 13 November 2025.
Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi kunci penting untuk membangun kembali institusi Polri yang lebih transparan dan profesional.
Salah satu masukan yang dianggap signifikan datang dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang digerakkan oleh Sinta Nuriah.
Jimly menekankan bahwa persoalan Polri tidak hanya datang dari internal, tetapi juga dari intervensi eksternal yang melemahkan objektivitas dan profesionalitas aparat.
Mantan Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi itu menyebut pengaruh politik dan bisnis sebagai ancaman serius yang harus diantisipasi.
Baca Juga: Rakorda Pertanahan Sulsel: Wabup Barru Soroti Keterbatasan SDM BPN dan Desak Izin Revisi RTRW
“Bagaimana mengamankan polisi dari intervensi politik dan bisnis dari luar,” kata Jimly.
“Jangan sampai dia dirasuki oleh pengaruh intervensi politik dan bisnis praktis itu,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Wabup Barru Harapkan PT Dharma Lautan Utama Kembali Buka Rute Surabaya-Garongkong
Pemkab Bantaeng dan DPD RI Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua ASN Lutra, Gubernur Sulsel: Keadilan Telah Ditegakkan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Beri Arah Kebijakan Tata Ruang dan Pertanahan kepada Bupati/Wali Kota se-Sulsel
Paripurna DPRD Bulukumba: Bupati Andi Utta Serahkan Ranperda APBD 2026 di Tengah Tantangan Defisit Anggaran