Masalah Polisi Dianggap Kompleks dan Multidimensi
Di sisi lain, persoalan kepercayaan publik menjadi salah satu tantangan paling menonjol.
Meski Polri telah menangani berbagai tugas besar, dari penegakan hukum hingga pelayanan sosial, masih banyak masyarakat yang belum merasa percaya sepenuhnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Otto Hasibuan, yang menyoroti kesenjangan antara kinerja Polri dengan persepsi publik terhadap kepolisian.
“Saya melihat hampir tidak ada lagi yang tidak dijalankan oleh polisi, tetapi pertanyaannya adalah kenapa masih sampai sekarang rakyat atau masyarakat belum percaya sepenuhnya kepada polisi,” kata Otto.
“Inilah titik simpul ini yang mau kita cari,” lanjutnya.
Agenda Komite Percepatan Reformasi Polri
Lebih lanjut, Jimly menyampaikan agenda komite dalam tiga bulan ke depan yang akan dimulai dengan ‘belanja masalah’.
Baca Juga: Sinjai Raih Dana Insentif Fiskal Rp5 Miliar dari Kemenkeu Berkat Kinerja Penurunan Stunting
“Bulan pertama kita belanja masalah dulu, nanti bulan kedua nanti kami akan merumuskan pilihan-pilihan kebijakan,” ucap Jimly.
“Bulan ketiga baru kita merumuskan policy report untuk kemudian dilaporkan kepada bapak Presiden,” pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Wabup Barru Harapkan PT Dharma Lautan Utama Kembali Buka Rute Surabaya-Garongkong
Pemkab Bantaeng dan DPD RI Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua ASN Lutra, Gubernur Sulsel: Keadilan Telah Ditegakkan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Beri Arah Kebijakan Tata Ruang dan Pertanahan kepada Bupati/Wali Kota se-Sulsel
Paripurna DPRD Bulukumba: Bupati Andi Utta Serahkan Ranperda APBD 2026 di Tengah Tantangan Defisit Anggaran