"Setiap buah durian yang sampai ke pasar, diangkat dengan cucuran keringat, nyawa, dan air mata," tulisnya penuh haru.
Salah satu pemandangan paling menyayat hati adalah aksi para kuli panggul yang harus menyeberangi derasnya Krueng Peusangan.
Sherly mencontohkan perjuangan seorang kuli bernama Bule. Dengan tubuh kecilnya di tengah guyuran hujan, ia harus hilir-mudik menyeberangi sungai hanya bermodalkan lumpe—seutas kabel baja yang ditopang bambu sederhana.
Tanpa pengamanan memadai, para pejuang keluarga ini rela mempertaruhkan nyawa di atas jurang sedalam puluhan meter.
Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Pimpin Penyaluran Donasi Rp1,2 Miliar dari Bone untuk Korban Bencana Sumatera
Risiko jatuh ke sungai atau tebing curam menjadi makanan sehari-hari hanya agar dapur di rumah tetap mengepul.
Kisah durian Ketol ini menjadi pengingat keras bagi publik dan pihak terkait bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar soal bantuan pangan, melainkan pemulihan akses jalan.
Tanpa jembatan yang layak, ekonomi warga di pedalaman Aceh Tengah akan terus tergerus oleh tingginya biaya logistik dan risiko kehilangan nyawa.(*)
Artikel Terkait
Pj Bupati Abubakar Apresiasi Penanaman Pohon Buah di Peduli Lingkungan Kodim 1410/Bantaeng
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun Penjara, Terbukti Memeras Anak Buah
Siapa Sangka, Ternyata Buah Rambutan Tidak Boleh di Konsumsi Oleh Orang Ini
Selain Telur, Dinkes Bulukumba Sebut Buah Busuk Juga Kerap Jadi Keluhan di Menu MBG
Bak Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya, Anak Pengusaha Minyak Riza Chalid ‘Papa Minta Saham’ Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Program Makan Bergizi Gratis Disorot Lagi: Temuan Buah Basi dan Evaluasi Minim
Kurma, Buah Sunnah dengan Segudang Manfaat Saat Berbuka Puasa
8 Buah untuk Sahur: Kenyang Seharian, Puasa Lancar Tanpa Lemas
Erika Carlina Lahirkan Anak Pertama, Ungkap Nama Sang Buah Hati Lebih Cepat dari Perkiraan
Anak Buah Tito Geram: 25 Daerah Cuma Andalkan 'Anugerah Tuhan' Atasi Inflasi