Sulawesinetwork.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keluarga para "pahlawan pelayanan" yang gugur dalam insiden kapal tenggelam di perairan Pangkep.
Bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Andi Sudirman menyerahkan santunan sekaligus jaminan masa depan bagi ahli waris para korban, Sabtu (3/1).
Musibah yang terjadi pada akhir Desember 2025 lalu ini menyisakan duka mendalam, mengingat para korban tengah berada dalam misi mulia yaitu memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Pimpin Penyaluran Donasi Rp1,2 Miliar dari Bone untuk Korban Bencana Sumatera
Bukan sekadar bantuan materi sekali jalan, Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk menanggung biaya pendidikan anak-anak yang ditinggalkan melalui program beasiswa.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pemerintah Provinsi tidak hanya memberikan donasi, tetapi juga membantu beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban agar masa depan mereka tetap terjamin," tegas Andi Sudirman Sulaiman.
Gubernur memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada ketiga korban yang dikenal memiliki dedikasi tanpa batas dalam melayani masyarakat terpencil di Kepulauan Pangkep.
Ketiganya adalah:
- Muh Fitri Mubarak (Camat Liukang Tupabiring)
- Imran (Aktivis LKC Dompet Dhuafa Sulsel)
- Darma (Bidan di Pulau Sarappo)
"Mereka adalah sosok yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi melayani saudara-saudara kita di kepulauan. Dedikasi ini tidak akan kami lupakan," tambahnya.
Insiden memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Kapal jolloro yang mengangkut rombongan pelayanan sosial dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Podang-podang saat tengah berlayar menuju daratan.
Ketiga tokoh tersebut gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat vital bagi warga pulau.