"Kalau gurunya nggak ngoreksi, orang tuanya nggak ngoreksi, lingkungan nggak ngoreksi, karena munculnya kejadian yang tidak seperti diharap itu kan anak ini produk dari didikan di rumah, sekolah, lingkungan," terang Anies.
Baginya, jika ada masalah, maka semua pihak yang terlibat harus ikut mengoreksi diri. "Jadi kalau ada masalah, maka yang harus sama-sama ngoreksi ya semuanya," sambungnya.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Masuk Sekolah, Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Judi Online di SMPN 7 Bulukumba
Anies tidak menampik efektivitas barak militer dalam membentuk kedisiplinan.
"Barak itu terbukti efektif untuk mendidik kedisiplinan, untuk mendidik kepatuhan bagi prajurit, sudah jelas," katanya. Namun, ia menekankan bahwa ranah pendidikan harus diselesaikan dalam konteks pendidikan itu sendiri.
"Masalah pendidikan diselesaikan secara pendidikan," ujar Anies. Ia mengakui bahwa menyelesaikan masalah pendidikan bukanlah hal yang sederhana, namun itulah esensi dari penyelesaian masalah yang sebenarnya.
"Dan ini sifatnya untuk pendidikan, jangan sifatnya jadi hukuman," pungkasnya, memberikan penekanan bahwa pendekatan harus bersifat edukatif, bukan punitif.(*)