Sulawesinetwork.com – Kontroversi pernyataan "Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan" yang diunggah oleh alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), kini memasuki babak baru yang fatal.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas mengumumkan sanksi keras berupa pemblokiran permanen (blacklist) terhadap Tyas dan suaminya, Arya Iwantoro.
Langkah ini diambil pemerintah sebagai bentuk sanksi moral dan profesional atas pernyataan yang dinilai melukai identitas kebangsaan Indonesia, terlebih Tyas menempuh pendidikan tinggi melalui pembiayaan uang pajak rakyat.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Event 'Andalan Ngabuburit' Jadi Pusat Kuliner Ramadan Makassar, Dorong UMKM Naik Kelas
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (23/2/2026), Menkeu Purbaya menegaskan bahwa Tyas dan Arya Iwantoro tidak akan lagi bisa menjalin hubungan kerja atau berkarier di lingkungan pemerintahan.
"Blacklist artinya nanti mereka tidak bisa kerja lagi (berhubungan) dengan pemerintah di sini, selama saya di sini atau diblacklist permanen. Dua-duanya (Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro),” tegas Purbaya di depan awak media.
Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh penerima beasiswa negara agar senantiasa menjaga integritas dan rasa nasionalisme, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Sanksi ini langsung memantik rasa penasaran publik terhadap sosok Tyas. Berdasarkan rekam jejaknya, Tyas merupakan alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, pada program Sustainable Energy Technology dengan sokongan beasiswa LPDP dan lulus pada 31 Agustus 2017.
Di dunia profesional, Tyas dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO Sustaination, sebuah platform gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dirintisnya sejak 2018.
Menyadari bola salju yang kian membesar, Tyas akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun Threads pribadinya pada Sabtu (21/2/2026).
Ia mengakui bahwa unggahan kontroversial tersebut lahir dari kondisi emosional yang tidak stabil.