Anies Baswedan Kritik Ide 'Anak Nakal ke Barak Militer': Bukan Hukuman, Tapi Koreksi Bersama!

photo author
Sytha AR, Sulawesi Network
- Rabu, 23 Juli 2025 | 10:10 WIB
Anies Baswedan saat hadir di podcast Tretan Muslim. (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan saat hadir di podcast Tretan Muslim. (Instagram/aniesbaswedan)

Sulawesinetwork.com – Gagasan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengirim anak-anak "nakal" ke barak militer guna mendapatkan pelatihan disiplin ala prajurit, kini menuai tanggapan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies, dalam penampilannya di podcast Tretan Universe, menyoroti pendekatan ini sebagai penyederhanaan masalah dan menegaskan bahwa permasalahan perilaku anak harus ditangani secara menyeluruh, bukan sekadar hukuman.

Anies Baswedan mengajak kita untuk melihat lebih dalam sebelum melabeli seorang anak "nakal."

Baca Juga: Jelang HUT ke-52, DPD KNPI Makassar Gelar Turnamen Mini Soccer Meriah

"Waktu kita bilang anak nakal, kan menyederhanakan anak ini berperilaku tidak sesuai dengan harapan, kenapa itu terjadi?" ujar Anies.

Ia mempertanyakan apakah perilaku tersebut semata-mata kesalahan anak, ataukah ada faktor lain yang berperan.

"Apakah karena anak itu saja atau karena pola asuh orang tua, atau karena pola asuh di sekolah, atau karena lingkungan?" imbuhnya, menggarisbawahi pentingnya melihat konteks.

Baca Juga: Himbara Berpotensi Rugi Rp76 Triliun Demi Biayai Kopdes Merah Putih, Celios Soroti Risiko Tinggi

Menurut Anies, kebiasaan saat ini adalah melimpahkan kesalahan sepenuhnya kepada anak ketika mereka dianggap tidak sesuai harapan.

"Anak itu kemudian harus nanggung risikonya, lah barangkali dia salah asuh?" tanyanya retoris.

Anies berpendapat bahwa memindahkan anak ke tempat lain seperti barak militer tidak akan memperbaiki akar masalah.

Baca Juga: Prabowo Luncurkan Koperasi Merah Putih: Tegas! Bukan Lagi Zaman 'Ketua Untung Duluan'

"Jadi, begitu kita mengambil anak itu dipindahkan ke tempat lain, kita tidak mengoreksi problem yang buat anak terjadi begini," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan yang signifikan harus datang dari lingkungan terdekat anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sytha AR

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X