"Apabila ada sesuatu yang sifatnya pungutan, arahnya komersialisasi, mohon nanti disampaikan, kami akan memberikan respon," tegas Dedi, menunjukkan keseriusan dalam memberantas praktik tak terpuji ini.
"Sampai hari ini belum ada catatan tentang penerimaan siswa baru ada pungutan, ada komersialisasi, dan sejenisnya," imbuhnya, seolah memberikan tekanan agar status "bersih" ini terus terjaga.
Langkah berani ini bukan hanya tentang membebaskan siswa dari beban biaya, tetapi juga tentang membangun kepercayaan.
Kepercayaan bahwa pendidikan adalah hak, bukan barang dagangan.
Dengan bantuan seragam hingga buku, dan janji sekolah bebas pungutan, Pemprov Jabar seolah sedang berbisik, "Ayo, anak-anak Jawa Barat, raihlah mimpimu setinggi langit!"(*)
Artikel Terkait
Polsek Ujung Loe Salurkan Bantuan ke Warga Kurang Mampu Sebagai Bentuk Kepedulian Polisi
Program Seragam Gratis Direplikasi Pemprov, Tokoh Pendidikan: Memang Tidak Populis, Tetapi Dibutuhkan
Program JADIMI Seragam Gratis bagi Anak Sekolah Disambut Baik Warga Bulukumba
Gus Ipul: 45 Sekolah Rakyat Siap Terima Siswa Baru, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Dicap 'Gubernur Lambe Turah', Dedi Mulyadi Beri Respons Santai!
Suporter Persikas Temui Dedi Mulyadi, Sampaikan Maaf dan Harapan untuk Klub
Longsor Gunung Kuda Cirebon: Dedi Mulyadi Tanggapi Protes Pekerja Tambang dengan Tegas
Prabowo Dorong Perkuatan Asuransi Kesehatan Agar Masyarakat Kurang Mampu Bisa Akses Pengobatan Canggih
Polemik Logo RSUD Welas Asih: Dedi Mulyadi Jelaskan Filosofi Asmaul Husna hingga Tri Tangtu di Buana
Sambut Tahun Ajaran Baru, Siswa Bulukumba Full Senyum dengan Seragam Gratis!