Dengan demikian, respons Dedi Mulyadi ini tidak semata-mata melarang hak libur seorang kepala daerah, namun lebih menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan protokoler dan sensitivitas terhadap momen penting seperti Lebaran, di mana kehadiran seorang pemimpin di tengah masyarakat sangat diharapkan.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik terkait etika dan prosedur perizinan dalam menjalankan tugas dan memanfaatkan waktu pribadi.(*)
Artikel Terkait
3 Poin Penting Pidato Perdana Dedi Mulyadi di Sertijab Gubernur Jabar, dari Pujian Khusus ke Bey Machmudin hingga Ambisi Tahun Perdana
Bogor Tenggelam, Puncak Gundul! Gubernur Dedi Mulyadi Geram: Kembalikan Puncak ke Fungsi Semula!
Solusi Inovatif Dedi Mulyadi: Rumah Panggung 2,5 Meter untuk Warga Anti Banjir di Karawang
Sorotan Dedi Mulyadi Soal Penyebab Banjir Cisarua: Bongkar Hibisc Fantasy, Hijaukan Lagi Puncak Bogor
Alasan Dedi Mulyadi Bongkar Hibisc Fantasy di Kawasan Puncak Bogor, Tak Segan Meskipun Milik BUMD Jabar
Puncak Bogor Bergejolak: Dedi Mulyadi Geram, Hibisc Fantasy Rata dengan Tanah, Izin Eiger Adventure Land Dipertanyakan!
Dedi Mulyadi Geram: Sungai Bekasi Disertifikatkan, Normalisasi Terancam Mangkrak!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Bantaran Sungai di Bekasi Sudah Bersertifikat: Jangan Dibiarkan
Gebrakan Dedi Mulyadi: Utang Pajak Motor Warga Jabar Lunas! Kesempatan Emas Setelah Lebaran!
Utang Pajak Motor Lunas! Dedi Mulyadi Bebaskan Tunggakan, Waspada Pungli, Lapor Medsos!