Dengan konsep baru ini, menjadi manajer koperasi bukan lagi pilihan karier kelas dua. Justru, posisi ini kini menjadi salah satu peluang kerja paling menjanjikan di era penguatan ekonomi kerakyatan.
Bagi generasi muda, khususnya yang ingin berkontribusi langsung di daerahnya, jabatan ini bisa menjadi kesempatan besar untuk membangun desa sekaligus membangun masa depan yang lebih mapan secara ekonomi.
Untuk operasional tahun 2026 di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, diprediksi terdapat dua proyeksi skema penggajian, yakni:
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Jadi Sorotan, Pemprov Sulsel Perkuat Perlindungan Perempuan
- Mengikuti UMP daerah (sekitar Rp 2,3 juta - Rp 5,7 juta).
- Mengikuti standar manajerial profesional (Rp 7,5 juta - Rp 15 juta).
Sebagai langkah awal, manajer Koperasi Desa akan dikontrak selama 2 tahun melalui sistem PKWT dengan peluang besar untuk menjadi karyawan permanen di masa mendatang.
Tugas dan Tanggung Jawab Strategis Manajer Kopdes
Baca Juga: Presiden Prabowo Salurkan 25 Sapi Kurban untuk Sulsel, Semua dari Peternak Lokal
Berdasarkan arahan dari PT Agrinas Pangan Nusantara, seorang manajer Koperasi Desa memegang peranan vital yang mencakup aspek operasional hingga manajerial tingkat tinggi.
Berikut 10 tugas utama yang harus dijalankan:
Manajemen operasional: Mengelola gerai koperasi sehari-hari, memastikan jam operasional berjalan tepat waktu dan fasilitas berfungsi optimal.
Baca Juga: Bupati Bantaeng Buka Rakor Antisipasi Dampak El Nino Godzilla terhadap Produksi Pertanian
Pengelolaan SDM: Mengatur jadwal kerja, melatih staf, menilai kinerja, serta memotivasi tim.
Pengawasan stok (inventory control): Menjamin ketersediaan barang dan melakukan audit stok (stok opname) secara berkala.
Analisis penjualan: Memantau laporan transaksi untuk mengevaluasi efektivitas strategi bisnis.
Eksekusi promosi: Mengatur tata letak produk agar menarik sesuai instruksi pusat.
Pencapaian profit: Mengoptimalkan omzet dan menekan biaya operasional.