Posisi teknis nongelar seperti petugas pemasyarakatan, pengamat gunung api, petugas BMKG, petugas karantina hewan atau tumbuhan, satpam serta petugas layanan publik di instansi pusat dan daerah.
Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal akan dibukanya CPNS 2026. Namun kabarnya akan difokuskan pada sekolah kedinasan.
Baca Juga: Idrus Marham Sebut Pilkada Lewat DPRD Adalah Idiologi, Bukan Pragmatisme Kekuasaan
Lantaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya telah membuka jalur umum. Pada rekrutmen jalur umum kemarin, Kemenkeu membuka lowongan untuk 1.113 pekerja.
Sementara pada pembukaan CPNS nanti, Kemenkeu berencana menyerap 279 pekerja lulusan STAN. Sedangkan untuk lulusan SMA, Kemenkeu bakal membuka lowongan untuk 300 pekerja.
Serapan tenaga kerja lulusan SMA ini nantinya bakal ditugaskan untuk menjadi petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Baca Juga: Bupati Uji Nurdin Tinjau Proses Kultur Jaringan, Bantaeng Siap Jadi Daerah Penghasil Benih Kentang
"Bea Cukai perlu tenaga lapangan. Tenaga teknis Bea Cukai itu kan ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 orang lulusan SMA di seluruh Indonesia, direkrut di masing-masing lokasinya," ujar Purbaya, Jumat (15/11/2025).
Karena itu, rekrutmen CPNS pada tahun depan akan dilakukan secara hibrida. "Saya pikir akan terbuka hybrid, ada STAN dan luar STAN," tuturnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria juga memberi pernyataan mengenai peluang akan dibukanya CPNS 2026.
Baca Juga: Mahfud MD Kecam Aksi Terorisme, Ini Deret Influencer yang Dikirim Bangkai hingga Bom Molotov
"Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan," ujar Arif di Jakarta, Selasa (25/11/2025), dilansir Antara.
Ia menyebut, sejumlah bidang yang menjadi prioritas, antara lain pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta bidang teknologi keberlanjutan.
Arif juga menyebut, ahli bidang sosial diperlukan di berbagai sektor. Menurutnya keilmuan pangan tidak mungkin dilakukan tanpa membicarakan sosiologi pedesaan mupun ekonomi pertanian. (*)