CPNS 2026 Berpeluang Dibuka, Ini Bocoran Formasi dan Prioritas dari Pemerintah

photo author
Muh Akbar Syam, Sulawesi Network
- Rabu, 7 Januari 2026 | 16:52 WIB
Penerimaan CPNS 2026 dibuka? (Pasha Salsabila Hanipa)
Penerimaan CPNS 2026 dibuka? (Pasha Salsabila Hanipa)

Posisi teknis nongelar seperti petugas pemasyarakatan, pengamat gunung api, petugas BMKG, petugas karantina hewan atau tumbuhan, satpam serta petugas layanan publik di instansi pusat dan daerah.

Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal akan dibukanya CPNS 2026. Namun kabarnya akan difokuskan pada sekolah kedinasan.

Baca Juga: Idrus Marham Sebut Pilkada Lewat DPRD Adalah Idiologi, Bukan Pragmatisme Kekuasaan

Lantaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya telah membuka jalur umum. Pada rekrutmen jalur umum kemarin, Kemenkeu membuka lowongan untuk 1.113 pekerja.

Sementara pada pembukaan CPNS nanti, Kemenkeu berencana menyerap 279 pekerja lulusan STAN. Sedangkan untuk lulusan SMA, Kemenkeu bakal membuka lowongan untuk 300 pekerja.

Serapan tenaga kerja lulusan SMA ini nantinya bakal ditugaskan untuk menjadi petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Baca Juga: Bupati Uji Nurdin Tinjau Proses Kultur Jaringan, Bantaeng Siap Jadi Daerah Penghasil Benih Kentang

"Bea Cukai perlu tenaga lapangan. Tenaga teknis Bea Cukai itu kan ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 orang lulusan SMA di seluruh Indonesia, direkrut di masing-masing lokasinya," ujar Purbaya, Jumat (15/11/2025).

Karena itu, rekrutmen CPNS pada tahun depan akan dilakukan secara hibrida. "Saya pikir akan terbuka hybrid, ada STAN dan luar STAN," tuturnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria juga memberi pernyataan mengenai peluang akan dibukanya CPNS 2026.

Baca Juga: Mahfud MD Kecam Aksi Terorisme, Ini Deret Influencer yang Dikirim Bangkai hingga Bom Molotov

"Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan," ujar Arif di Jakarta, Selasa (25/11/2025), dilansir Antara.

Ia menyebut, sejumlah bidang yang menjadi prioritas, antara lain pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta bidang teknologi keberlanjutan.

Arif juga menyebut, ahli bidang sosial diperlukan di berbagai sektor. Menurutnya keilmuan pangan tidak mungkin dilakukan tanpa membicarakan sosiologi pedesaan mupun ekonomi pertanian. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akbar Syam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X