Mahfud MD Kecam Aksi Terorisme, Ini Deret Influencer yang Dikirim Bangkai hingga Bom Molotov

photo author
Muh Akbar Syam, Sulawesi Network
- Rabu, 7 Januari 2026 | 13:49 WIB
Menyoroti pernyataan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait aksi teror terhadap para influencer yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@mohmahfudmd)
Menyoroti pernyataan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait aksi teror terhadap para influencer yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Sulawesinetwork.com - Aksi teror terhadap aktivis hingga influencer alias pemengaruh sempat bermunculan pada penghujung tahun 2025.

Berdasarkan penelusuran, teror itu diduga berkaitan atas kritik penanganan bencana Sumatera yang terjadi pada November 2025 lalu.

Sejumlah figur publik dengan jumlah pengikut besar menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana.

Baca Juga: Akses Warga Makin Lancar, Jalan-Jalan Rusak di Pinrang Sudah Ditangani Pemprov Sulsel

Intimidasi terhadap aktivis dan pemengaruh beragam, mulai dari serangan digital hingga teror berupa pengiriman bangkai hewan.

Terkini, eks Menko Polhukam, Mahfud MD menyoroti ihwal aksi teror terhadap para influencer tersebut.

Dalam siniar YouTube Mahfud MD Official pada Rabu, 7 Januari 2026, Mahfud menekankan tanggung jawab negara untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warga negaranya bagi yang ingin menggunakan hak-haknya.

Baca Juga: Rekrutmen Tamtama TNI AD Tahun 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Tahapan Lengkapnya

"Kita pasti setuju, negara ini harus aman, dan harus ada ketertiban bagi orang-orang yang mengutarakan pendapat," terang Mahfud.

Guru Besar Hukum Tata Negara itu menyebut, negara tidak boleh membiarkan orang atau institusi apapun, melakukan teror yang diam-diam atau terang-terangan saat melakukan aktivitas sebagai warga negara.

"Ini tak boleh terjadi lagi, bicara sedikit di medsos diteror," tegas Mahfud.

Baca Juga: Menang Kasasi di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah-Nya untuk Warga Manggala

"Jangan biarkan ini terus berlangsung dan tidak terungkap. Tidak ada penjelasan sama sekali, kan tidak boleh," tambahnya.

Mahfud lantas menilai, apabila aksi teror terhadap sejumlah influencer itu terlalu lama dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akbar Syam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X