Sulawesinetwork.com – Media sosial tengah dihebohkan dengan sebuah video yang membandingkan rincian anggaran pembuatan sumur bor untuk korban bencana di Aceh.
Hal ini menyusul adanya perbedaan angka yang cukup mencolok antara estimasi pejabat pusat dengan fakta di lapangan yang diungkap oleh warga.
Perbincangan ini bermula dari rapat koordinasi pascabencana di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026), saat Presiden Prabowo Subianto menanyakan rincian kebutuhan infrastruktur air bersih kepada Kepala BNPB, Suharyanto, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
Baca Juga: Berbekal Juara Parade Baju Bodo, KKSS Arab Saudi Rapatkan Barisan di Madinah Usai Terima SK Pusat
Di tengah simpang siur anggaran tersebut, sebuah video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @undercover.id pada Senin (5/1/2026) mendadak viral.
Seorang pria menunjukkan proyek sumur bor bantuan untuk pengungsi di Aceh Timur yang diklaim hanya menelan biaya Rp15 juta.
"Ini sumur bor yang saya bikin untuk para pengungsi di Aceh Timur dengan anggaran Rp15 juta. Sudah siap pakai untuk cuci pakaian. Ukurannya 3 inci dengan kedalaman 89 meter," ungkap pria dalam video tersebut.
Baca Juga: Gema Siri’ Na Pacce di Madinah: KKSS Arab Saudi Siap Bentangkan Layar Pasca-Terima SK Pusat
Pria itu kemudian mempertanyakan estimasi biaya Rp150 juta yang sempat mencuat di level pusat.
Ia bahkan memberikan perbandingan harga pasar untuk skala yang lebih besar.
"Saya tidak tahu (sumur Rp150 juta) itu sebesar apa? Yang saya tahu, sumur bor paling besar ukuran 12 inci—sebesar tiang listrik—itu harganya Rp100 juta," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa anggaran tersebut mencakup satu paket sistem air bersih yang siap pakai.
"Lengkap dengan instalasi airnya, ada tangki airnya, dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.