Menurut Prabowo, motif di balik tindakan para "maling" ini bukan lagi sekadar akal-akalan, melainkan sudah pada taraf keserakahan.
"Mereka-mereka itu menurut saya sudah di arah bukan lagi masuk akal atau apa, mereka sudah serakah," pungkasnya, menunjukkan tekad pemerintah untuk menindak tegas praktik-praktik tersebut.
Selain menyoroti isu "Indonesia Gelap," Prabowo juga kembali menyinggung fenomena #KaburAjaDulu yang sempat viral.
Baginya, baik narasi "Indonesia Gelap" maupun #KaburAjaDulu adalah hasil dari penyalahgunaan teknologi dan media sosial untuk menciptakan pesimisme.
"Memang ada usaha menggunakan teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar nyinyir, menghidupkan pesimisme, saya geleng-geleng kepala," ucap Prabowo, menegaskan perang terhadap segala bentuk upaya destabilisasi bangsa melalui disinformasi.(*)
Artikel Terkait
Menggetarkan Paris! TNI Unjuk Gigi di Bastille Day, Prabowo Hormat, Macron Terpukau
Penetapan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Menuai Perdebatan, PDIP Minta Tak Dikaitkan dengan Ulang Tahun Prabowo
17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional: Istana Tegaskan Bukan 'Cocoklogi' dengan Ultah Prabowo
Negosiasi Berbuah Manis: Donald Trump Hujani Prabowo dengan Pujian Usai Kesepakatan Tarif Dagang RI-AS
Terkuak! Isi Pembicaraan Prabowo-Trump: Era Baru Perdagangan Saling Menguntungkan di Tengah Polemik Tarif 19 Persen
Maraton Diplomasi 15 Hari: Prabowo Bawa Pulang Investasi dan Kesepakatan Strategis dari Kancah Global!
Istri Razman Arif Nasution Menangis Histeris Usai Suami Dituntut 2 Tahun Penjara, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
Tarif Misterius: Mengapa Kesepakatan Dagang Trump-Prabowo Bikin Warga AS Meradang?
Yel-Yel 'Dua Periode' Menggema Sambut Presiden Prabowo di Kongres PSI 2025: Sinyal Politik Masa Depan?
Prabowo Murka: Beras Oplosan Tikam Rakyat, Negara Rugi Rp100 Triliun per Tahun!