Patrick mendesak pemerintah untuk memastikan perlindungan habitat dan kelestarian geopark, bukan sekadar mengalihkan perhatian pada Pulau Gag.
“Kondisi lima pulau suaka alam, Manyefun, Waisilip, Bianci, Mutus, dan Nyos Manggara, masih terjaga, tapi siapa yang menjamin kalau tambang mulai bergerak?” ujar Patrick penuh kekhawatiran.
Baca Juga: Mengejutkan! Mayoritas Warga Dukung Tambang Nikel Raja Ampat, Bupati: Jangan Tutup Pak Menteri
Raja Ampat: Permata Dunia yang Terancam
Raja Ampat sendiri menyandang status UNESCO Global Geopark dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional, dengan 70 persen spesies karang dunia berada di kawasan ini.
Status dan keunikan ekosistem ini menjadikan perlindungan Raja Ampat sebagai prioritas global.
Masyarakat dan pegiat lingkungan berharap Kementerian ESDM segera meninjau ulang IUP PT Mulia Raymond Perkasa dan PT Anugerah Pertiwi Indotama demi menjamin pariwisata berkelanjutan dan perlindungan lingkungan di Raja Ampat. (*)
Artikel Terkait
Charly Van Houten Pecah Kebuntuan Royalti: Nyanyikan Saja Laguku, Gratis!
China Jadi Penagih Utang Terbesar Dunia, 84 Negara Terlilit Pinjaman BRI
10 Negara Krisis Tenaga Kerja Global, Peluang Emas Bagi Pekerja Asal Indonesia
Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya di Indonesia! Kekayaan Tembus Rp 450 Triliun, Apa Bisnisnya?
Terkuak! Penjelasan Lengkap Peraturan Baru BKN 2025: Aturan Gelar dan Pangkat ASN Revolusioner
DPR Tolak Keras Wacana Legalisasi Kasino: Belum Waktunya, Kultur Kita Berbeda!
Idul Adha 1446 H: IFG dan Anggota Holding Tebar Kebaikan, 138 Hewan Kurban untuk Masyarakat!
Wacana BPJS Hewan Dikritik PSI: Bangun Dulu Minimal 15 Puskeswan