Sulawesinetwork.com - Krisis tenaga kerja melanda berbagai negara maju akibat rendahnya angka kelahiran, populasi yang menua, hingga ketimpangan keahlian.
Menurut Manpower Group 2024 Report on Talent Shortages, lebih dari 10 negara kini secara aktif mencari pekerja asing karena defisit tenaga kerja terampil yang tinggi beberapa bahkan di atas 80%.
Negara seperti Jepang, Jerman, dan Kanada membuka jalur perekrutan internasional untuk mengisi sektor-sektor penting seperti teknologi, kesehatan, konstruksi, dan pendidikan.
Baca Juga: China Jadi Penagih Utang Terbesar Dunia, 84 Negara Terlilit Pinjaman BRI
Hal ini menjadi peluang emas bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya generasi muda yang mengalami persaingan ketat di pasar kerja domestik.
Daftar Negara yang Krisis Tenaga Kerja dan Buka Pintu untuk Pekerja Asing
1. Jepang
Kekurangan tenaga kerja mencapai 85%
86% wilayah aktif merekrut tenaga asing
Baca Juga: Alarm Kebakaran Hebohkan Hotel di Arab Saudi: Ulah Jemaah Haji Indonesia Merokok Picu Kepanikan
Fokus: Teknologi, Pendidikan, Kesehatan
2. Yunani dan Jerman
Kekurangan masing-masing 82%
Yunani melegalkan 30.000 imigran untuk sektor pariwisata dan pertanian
Artikel Terkait
Waspada! 4 Tanda Tubuh Mulai Kebanyakan Makan Daging, dari Bau Mulut hingga Sembelit
Masyarakat Tak Perlu Cemas soal Penulisan Sejarah Nasional, Fadli Zon: Ditulis Sejarawan, Bukan Politikus
Egy Maulana Vikri Tak Gentar Hadapi Jepang Meski Turunkan Tim Pelapis: Skuad Utama Sama Saja
Prabowo Ditelepon Langsung PM Kanada, Indonesia Diundang untuk Hadiri KTT G7
Kunjungi Pulau Gag, Bahlil Disambut Permintaan Warga: Tambang Nikel Tetap Beroperasi
Polres Bulukumba Gencarkan Patroli Malam, Sasar Titik Rawan Demi Kamtibmas Kondusif
Sambutan Merah Putih di Negeri Sakura: Gemuruh Suporter Hangatkan Kedatangan Timnas Indonesia
Charly Van Houten Pecah Kebuntuan Royalti: Nyanyikan Saja Laguku, Gratis!
Alarm Kebakaran Hebohkan Hotel di Arab Saudi: Ulah Jemaah Haji Indonesia Merokok Picu Kepanikan
China Jadi Penagih Utang Terbesar Dunia, 84 Negara Terlilit Pinjaman BRI