Terkhusus, Pertalite yang seharusnya memiliki RON 90, ternyata dicampur dengan Pertamax yang memiliki RON 92, sebuah skandal yang bisa berakibat fatal bagi kendaraan yang menggunakannya.
Bambang menilai, dampak dari pengoplosan ini sangat berisiko terutama terhadap mesin kendaraan yang bisa mengalami kerusakan serius akibat kualitas bahan bakar yang tak sesuai.
Baca Juga: Menjelang Ramadan 2025: Panduan Lengkap Ibadah, Tradisi, dan Kuliner Khas
"Kalau seandainya memang RON itu bisa dipalsukan, saya meyakini banyak kendaraan-kendaraan bermasalah," terangnya.
DPR Bakal Ajak Diskusi Pimpinan Industri Kendaraan Tanah Air
Bambang juga menuturkan pihaknya akan segera mengundang pimpinan industri kendaraan di Tanah Air, terkhusus bagi kendaraan roda empat alias mobil.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI itu menyebut, pihaknya akan meminta penjelasan kepada para pemimpin industri kendaraan Tanah Air terkait kendala-kendala yang dialami konsumen produknya.
"Kami ingin mendapat penjelasan apakah selama ini pernah ada kendala-kendala di kendaraan tersebut adanya korosi atau sejenisnya," terang Bambang.
"Sehingga, tidak menjadi satu isu yang liar di masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Kisah Unik Tradisi Ramadan dari Berbagai Negara, Ada yang Berbuka dengan Garam!
Di sisi lain, legislator dari Fraksi Gerindra itu juga menilai kepercayaan publik terhadap Pertamina bisa menurun karena kasus pengoplosan BBM yang bergulir saat ini.
"Jangan sampai trust (kepercayaan) publik atas kasus hukum yang sedang berproses silakan saja, kami sangat mendukung penegakan hukum silahkan," pungkas Bambang. (*)