Tuduhan yang sangat serius ini mengindikasikan semakin dalamnya keretakan antara administrasi Trump dan institusi pendidikan tinggi terkemuka di AS.
Dampak langsung dari kebijakan ini sangat dirasakan oleh ribuan mahasiswa internasional yang kini menuntut ilmu di Harvard.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Bengkulu, BPBD: 34 Rumah dan Tempat Usaha Rusak
Salah satunya adalah Karl Molden, mahasiswa asing asal Austria, yang mengaku diliputi kekhawatiran.
"Kami saling bertanya-tanya, apakah kami harus pindah, kehilangan visa, atau mencari bantuan keuangan dari kampus lain," tuturnya, mengungkapkan kecemasan yang kini melanda rekan-rekan sesama mahasiswa internasional.
Keputusan ini memicu perdebatan sengit mengenai otonomi universitas, kebebasan akademik, serta peran pemerintah dalam mengatur institusi pendidikan.
Banyak pihak menilai kebijakan ini sebagai langkah politik yang berlebihan dan dapat merusak reputasi Amerika Serikat sebagai tujuan studi global.
Sementara itu, bola panas kini berada di tangan Harvard dan ribuan mahasiswa internasional yang nasibnya terancam oleh kebijakan kontroversial ini.(*)
Artikel Terkait
Australia Tegas Tolak Ajakan China Lawan 'Perang Tarif' Trump! Pilih Diversifikasi Dagang
Kursi Dubes Kosong, Indonesia Hadapi 'Perang Dagang' Trump: Bagaimana Nasib Negosiasi?
Indonesia Gandeng Investasi Balas Tarif Trump: Perusahaan RI Siap Unjuk Gigi di AS!
Hadapi 'Tarif Trump', RI-Saudi Bersatu: Duet Kuat di Tengah Perang Dagang Global
Soal Nego Tarif Trump, Menteri ESDM Bahlil Bongkar Upaya Tambah Impor Minyak dan LPG dari AS Senilai Rp168 Triliun
Sri Mulyani Bongkar Dampak Nyata dari Tarif Resiprokal Trump: Sentimen dari Pelaku Usaha Memburuk
Gempuran Tarif Trump Tak Goyahkan RI! Airlangga Bongkar Jurus Baru: Gandeng Jepang Lewat Proyek Raksasa AZEC!
Sri Mulyani Bongkar Obrolan Rahasia dengan Menkeu China: Jurus Jitu Hadapi Tarif Trump Hingga Penguatan ASEAN+3!
Trump Guncang Hollywood: Tarif 100% untuk Film Asing!
Isu Keretakan Israel-AS? Netanyahu Tegaskan Komitmen Penuh Trump!