Gangguan rantai pasok global, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, hingga momok stagflasi yang sempat menghantui, menjadi bukti nyata kerugian akibat ketegangan ekonomi ini.
Pertemuan di Jenewa menjadi babak baru dalam hubungan dagang kedua negara. Ini adalah dialog tatap muka pertama antara para pejabat ekonomi senior AS dan China sejak Trump kembali menduduki kursi kepresidenan dan kembali gencar menerapkan kebijakan tarif, terutama terhadap China.
Meskipun kesepakatan kali ini belum menyentuh tarif untuk sektor-sektor spesifik, AS menunjukkan langkah strategis dengan melakukan penyesuaian di sektor-sektor krusial seperti obat-obatan, semikonduktor, dan baja yang dinilai rentan dalam hal rantai pasok.
Langkah ini bahkan melampaui ekspektasi banyak analis.
Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management di Hong Kong, Zhiwei Zhang, tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
Baca Juga: Aksi Premanisme Berkedok Juru Parkir Liar, Empat Orang Diamankan Polisi
"Ini di luar dugaan saya. Awalnya saya kira tarif hanya akan dipangkas menjadi sekitar 50 persen," ujarnya dalam artikel yang sama.
"Ini kabar yang sangat positif, tidak hanya untuk ekonomi China dan AS, tetapi juga bagi ekonomi global. Investor kini jauh lebih tenang terhadap potensi gangguan rantai pasok dalam jangka pendek," pungkas Zhang, menyiratkan optimisme baru di tengah ketidakpastian global.
Kesepakatan "gencatan senjata" ekonomi ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku pasar dan konsumen di seluruh dunia. Harapan akan stabilitas ekonomi dan kelancaran rantai pasok kembali membumbung tinggi.
Namun, pertanyaan selanjutnya adalah, mampukah kedua negara menjaga komitmen ini dalam jangka panjang? Kita tunggu saja perkembangan 90 hari ke depan!(*)
Artikel Terkait
Indonesia Siapkan Langkah Negosiasi Hadapi Tarif AS, Meski Posisi Dubes di Washington Masih Kosong
Indonesia Gandeng Investasi Balas Tarif Trump: Perusahaan RI Siap Unjuk Gigi di AS!
Hadapi 'Tarif Trump', RI-Saudi Bersatu: Duet Kuat di Tengah Perang Dagang Global
Soal Nego Tarif Trump, Menteri ESDM Bahlil Bongkar Upaya Tambah Impor Minyak dan LPG dari AS Senilai Rp168 Triliun
Sri Mulyani Bongkar Dampak Nyata dari Tarif Resiprokal Trump: Sentimen dari Pelaku Usaha Memburuk
Guncangan Tarif Impor AS: Prabowo dan Anwar Bersatu, Lawan Dampak Negatif!
Gempuran Tarif Trump Tak Goyahkan RI! Airlangga Bongkar Jurus Baru: Gandeng Jepang Lewat Proyek Raksasa AZEC!
Sri Mulyani Bongkar Obrolan Rahasia dengan Menkeu China: Jurus Jitu Hadapi Tarif Trump Hingga Penguatan ASEAN+3!
Trump Guncang Hollywood: Tarif 100% untuk Film Asing!
Ketegangan Meningkat Imbas Tarif Resiprokal, China dan AS Bakal Berunding di Jenewa