“Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan,” tulis Tyas.
Meskipun Tyas telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat yang merasa tersakiti, keputusan blacklist dari kementerian keuangan tampaknya tetap berlaku sebagai konsekuensi administratif dari polemik tersebut.(*)