Guru Besar Hukum Tata Negara ini menduga ada "tangan-tangan tak terlihat" yang membuat hukum tidak berjalan lurus.
Ia mencontohkan kasus di Pertamina yang awalnya soal minyak oplosan, namun di persidangan justru berbelok menjadi masalah manipulasi kontrak.
Mahfud menyimpulkan bahwa jika kondisi ini normal, pembersihan hukum seharusnya mudah dilakukan.
"Tapi ini tersendat. Mungkin ada beban politik yang kita tidak tahu," imbuhnya.
Kritik tajam ini sengaja dilempar Mahfud sebagai peringatan keras di awal tahun 2026 agar pemerintah segera membenahi politik hukum.
Baginya, tanpa keberanian menata sistem, kasus besar hanya akan menjadi siklus yang terus berulang tanpa penyelesaian.(*)
Artikel Terkait
Soal Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Mahfud MD: Bukan Salah Pendemo dan Aparat, Tapi Pejabat Korup
Mahfud MD Ungkap Hal Mengejutkan Soal Nadiem saat Menjabat Mendikbud, Minim Interaksi dengan Kampus
Kisah Piluh Insiden Penjarahan Rumah, Mahfud MD Sebut Sri Mulyani Itu Kecewa Sosoknya Disamakan dengan Sahroni
Rocky Gerung Beberkan Rahasia soal Mahfud MD, Cerminkan Beda Pandangan di Ruang Publik Tak Selalu Berakhir Pelik
Di Balik 6.457 Korban MBG, Ada Kisah Cucu Mahfud MD yang Jadi Korban Keracunan di Sekolah
Komisi IX DPR Soroti Pelaksanaan MBG: Sentil Kabar Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan
Mahfud MD Soroti Potensi Kerugian Negara Rp95 Triliun Usai Menkeu Purbaya Ngotot Bubarkan Satgas BLBI
Mahfud MD Ungkap Sri Mulyani Pernah Lobi agar Kasus TPPU Rp349 Triliun Tak Dilanjutkan
Kritik Pedas Mahfud MD: dari Dugaan DPR Main Uang hingga Jatah Polisi untuk Pejabat
Mahfud MD Sarankan Kasus Roy Suryo Ditolak karena Keaslian Ijazah Belum Terbukti, Sebut Polisi Tak Punya Kewenangan