Mentan memastikan, upaya penegakan hukum dilakukan secara adil dan tegas, baik terhadap pihak luar yang terlibat maupun internal kementerian.
Baca Juga: Puri Agung Negara: Menjelajahi Jejak Kerajaan Jembrana di Balik Pesona Arsitektur Kolonial Belanda
"Ini kan estimasi potensi, Polisi tentukan, di Pengadilan tentukan. Kalau pencitraan tidak Pak, bukan hanya dari luar, dari dalam juga kami hukum. Ada 11 tuh kami hukum," pungkas Amran, menunjukkan bahwa perang melawan mafia pangan adalah komitmen total, tanpa pandang bulu.
Pengakuan blak-blakan Mentan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memberantas praktik mafia pangan yang merugikan masyarakat dan perekonomian negara.(*)
Artikel Terkait
Lompatan Besar Ketahanan Pangan: Mentan Amran Teken Kesepakatan Pertanian Bersejarah dengan Prancis
Didampingi Mentan Amran, Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung di Kalbar
Rayakan Idul Adha 2025 dengan Berbagi, Mentan Amran Perang Lawan Mafia Pangan!
Produksi Beras dan Jagung Melimpah, Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran
Usai Kunjungan Luar Negeri, Mentan Amran Sulaiman Langsung Cek Kesiapan Pengukuhan BPP KKSS
Mentan Amran Pastikan Penyatuan HKTI Perkuat Akselerasi Sektor Pertanian
Mentan Amran Ungkap Anomali Harga Beras Meroket di Tengah Stok Melimpah, Potensi Kerugian Masyarakat Tembus Rp 99 Triliun!
Mentan Amran Wanti-wanti Pengusaha Beras Nakal: Satgas Pangan Akan Pantau Hingga Daerah
Pemerintah Gempur Kebutuhan Pangan Rakyat: 360 Ribu Ton Beras Bansos Meluncur, Mentan Sikat Habis Mafia!
Geger! Mentan Amran Ungkap 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Kerugian Negara Capai Rp99 Triliun