"Nah ini akibat kebijakan (Trump) tersebut, probability risk resesi juga meningkat. Namun Indonesia masih relatif rendah di 5 persen," pungkas Airlangga, mengklaim bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menahan gempuran ketidakpastian global.
Pernyataan Airlangga ini memberikan gambaran bahwa meskipun pasar saham Indonesia sempat mengalami tekanan yang cukup dalam, namun adanya indikasi pemulihan dan fundamental ekonomi yang relatif kuat memberikan harapan bahwa dampak gejolak global dapat diredam.
Investor dan pelaku pasar tentu akan mencermati perkembangan selanjutnya untuk melihat apakah tren positif IHSG ini dapat terus berlanjut di tengah tantangan ekonomi global yang ada.(*)
Artikel Terkait
IHSG Anjlok, Menteri UMKM Tegaskan Program Hapus Utang Bukan Penyebabnya: Justru Menyehatkan Bank Himbara!
'Hari Pembebasan' Trump Berbuntut Petaka? Tarif Impor 32% Mengancam Ekonomi Indonesia!
'Hari Pembebasan' Trump Jadi Mimpi Buruk? Indonesia Dihantam Tarif Impor 32%!
Bukan Sekadar Tarif, Tapi 'Balas Dendam'? Trump Ungkap Alasan di Balik Pajak Impor 32% ke Indonesia!
ASEAN Bersatu Sikapi Kebijakan Tarif Trump yang Mengancam
JK Tegas: Makan Bergizi Gratis Bukan 'Tameng' Hadapi Gempuran Tarif Trump
Tarif Impor AS Mengancam, Prabowo: Kita Cari Jalan Keluar, Jangan Terlalu Manja!
IHSG Terjun Bebas di Pembukaan Selasa: Tertekan Sentimen Tarif Impor AS
Pembukaan Pasca Lebaran Berdarah: IHSG Anjlok 9,16 Persen, Pengamat Soroti Perlawanan 50 Negara pada Tarif Impor Trump
IHSG Anjlok 9,16 Persen, Pemerintah Didesak Bergerak Cepat Selamatkan Ekspor dari Efek Tarif AS
Sri Mulyani Skakmat Kebijakan Tarif Resiprokal Trump: Semua Ekonom Angkat Tangan!