“Memang desain awal itu 14 hari, kemudian melibatkan juga wakil kepala daerah. Tapi kemudian karena efisiensi, kita ingin juga teman-teman itu lebih cepat untuk bekerja, dipadatkan 7 hari, dan tempatnya juga terbatas,” kata Bima Arya di Jakarta, Minggu 16 Februari 2025.
Baca Juga: Lolly Jujur dalam BAP, Nikita Mirzani: Sebagai Ibu, Hati Saya Hancur
Menurut Bima, keterbatasan kapasitas tenda tempat menginap menjadi alasan utama mengapa wakil kepala daerah hanya diikutsertakan di hari terakhir.
“Jadi karena di tenda, tendanya itu tidak muat kapasitasnya kalau seribu. Kita harus mencarikan lagi, begitu. Jadi untuk sementara tahapan ini, wakilnya bergabung di ujung saja,” ungkapnya.
Namun, Bima tidak menutup kemungkinan bahwa di masa mendatang wakil kepala daerah juga akan mendapatkan pembekalan dalam format yang berbeda.(*)
Artikel Terkait
'Penyakit' Kepala Daerah Tunjuk Pimpinan BUMD Pakai Modal kenal dan Dekat
Pilkada Sulsel 2024! 136 Pasangan Calon Berebut Kursi Kepala Daerah, Ada Kotak Kosong?
Bulukumba hingga Luwu Timur Tak Punya Kepala Daerah Karena Maju Pilkada, Pemprov Sulsel Siapkan Pjs
KPU Tegaskan ada Sanksi Menanti Calon Kepala Daerah Jika tak Patuh dengan Kewajiban Ini
Ini Daftar 4 Pjs Kepala Daerah di Sulsel yang Akan Dikukuhkan, Ini Nama dan Jadwalnya
Modus Kepala Daerah Akali Data Inflasi BPS, Jadi Klaim Tolak Ukur Keberhasilan
Presiden Prabowo Lempar Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
Kepala Daerah Terpilih akan Jalani Retreat Selama 10 Hari di Magelang, Presiden Prabowo Punya Keinginan Ini
Beda dengan Kabinet Merah Putih, Retret Kepala Daerah akan Pakai APBN, Bukan Uang Presiden Prabowo
Ingat! Kepala Daerah Terpilih Dilarang Angkat Staf Khusus dan Tenaga Ahli, Bisa Kena Sanksi