Namun, Arief menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hulu (petani) dan hilir (konsumen).
Baca Juga: Hari Pertama Makan Bergizi Gratis di Boyolali, Orang Tua: Anak Lebih Senang Makan Bersama di Sekolah
"Kita harus menyeimbangkan hulu dan hilir. Kalau harga di tingkat petani terlalu tinggi, maka harga beras di hilir juga akan naik, memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. Jadi semuanya harus tetap wajar," pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tanpa membebani konsumen, dengan tetap menjaga stabilitas harga pangan nasional. (*)
Artikel Terkait
Indonesia Terancam Dampak El Nino, 10 Daerah Ini Penghasil Beras Terbanyak di Sulawesi Selatan
Berasal dari Olahan Beras, 10 Makanan Khas Tradisional Sulawesi Selatan yang Wajib untuk Dicoba
Krisis Beras Akibat El Nino, Masyarakat Indonesia Diminta Berhenti Makan Beras Oleh Mendagri
Mendagri Imbau Masyarakat Indonesia Hentikan Makan Beras, Pemerintah Justru Bagi-bagi Rice Cooker Gratis
Pemekaran Provinsi Bugis Timur, 5 Kabupaten yang Akan Bergabung Ternyata Penghasil Beras Terbesar di Sulsel
Bantah Isu Beras Bulog Berstiker Prabowo-Gibran, TKN Minta Bawaslu Turun Tangan
Kabar Baik! Bansos Beras 10 Kg, PIP, dan BLT Dana Desa Mulai Cair Juni 2024
Kabulog Bulukumba dan Pihak Ketiga Jadi Tersangka Penjualan Beras SPHP