Hal ini karena status daging kurban dapat disamakan dengan sedekah atau hadiah, yang hukumnya umum dan tidak hanya terbatas pada sesama muslim.
Meskipun dibolehkan untuk berbagi dengan non-Muslim, penting untuk memahami tata cara pembagian daging kurban yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
Baca Juga: Dilema Tahura Bulukumba: Antara Konservasi dan Nasib Petani, DPRD Cari Solusi Berkeadilan
"Makanlah Daging Kurban itu, dan berikanlah kepada fakir-miskin, dan simpanlah." (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, hadits shahih)
Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa pemanfaatan daging kurban dibagi menjadi tiga kategori utama:
- Untuk Dikonsumsi Sendiri dan Keluarga: Sebagian dari daging kurban dapat dimakan oleh shohibul kurban (pekurban) dan keluarganya. Bahkan, beberapa ulama menyatakan bahwa shohibul kurban wajib memakan sebagian daging hewan kurbannya, termasuk jika kurban tersebut karena nazar.
- Untuk Disedekahkan kepada yang Membutuhkan: Ini adalah bagian yang sangat ditekankan. Daging kurban harus dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, tanpa memandang agama mereka. Ini adalah wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.
- Untuk Disimpan: Sebagian daging kurban juga boleh disimpan untuk bahan makanan di kemudian hari, terutama jika jumlahnya cukup banyak.
Baca Juga: Prediksi Sengit di GBK: Kluivert Ungkap Taktik China Jelang Laga Krusial Kontra Timnas Indonesia
Dalam konteks pembagian kepada non-Muslim, mereka dapat menerima daging kurban dalam kategori sedekah atau hadiah.
Artinya, daging kurban dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, baik muslim maupun non-muslim, sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian sosial.
Membagikan daging kurban kepada non-Muslim bukan hanya soal memenuhi hukum syariat, tetapi juga membawa hikmah yang lebih luas.
Baca Juga: APBN Jadi Senjata Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Ini 11 Program Prioritas Pemerintah!
Ini adalah jembatan untuk memperkuat tali silaturahmi, menunjukkan indahnya Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), serta menumbuhkan rasa persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Semoga Idul Adha 2025 menjadi momen yang semakin mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, dengan semangat berbagi dan kepedulian yang melampaui batas-batas perbedaan.
Mari jadikan setiap helai daging kurban sebagai simbol kebaikan yang menebar manfaat bagi siapa saja.(*)
Artikel Terkait
Idul Adha 2023! Jangan Asal Menyembelih Hewan Kurban, Begini Caranya Menurut Syariat Islam
Idul Adha 2023! Ini Syarat dan Tips Memilih Hewan Kurban
Idul Adha 1444 Hijriah! Bagaimana Hukumnya Patungan untuk Kurban? Ini Penjelasan Buya Yahya
Khutbah Idul Adha 2023 : Nilai-nilai Kepasrahan Diri dalam Shalat Id, Kurban, dan Haji
Idul Adha 2023! Bulukumba Jadi Pamasok Sapi Kurban ke Kalimantan Utara, Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu
Idul Adha! Sesuai Sunnah Rasulullah, Begini Cara Membagi Daging Kurban
Insiden Unik: Sapi Kurban Ngamuk di Jalan Tol Hebohkan Pengguna Jalan dan Warganet
Jelang Idul Adha 2025: Panduan Lengkap Memilih Sapi Kurban yang Sah dan Berkah!
Idul Adha 2025: Jangan Sampai Salah Pilih! Cermati 4 Kriteria Kambing Kurban Ideal Ini Agar Ibadahmu Sempurna
Sapi Kurban Presiden Prabowo: Remon, Simental Cross 900 Kg dari Riau!