Kondisi ini juga disebut sebagai kematian jantung secara mendadak.
Henti jantung dan serangan jantung adalah dua hal yang berbeda.
Penyebab serangan jantung karena ada masalah pada sistem sirkulasi tubuh yang menghalangi aliran darah ke jantung.
Baca Juga: Nokia C200: Smartphone Entry-Level dengan Kualitas Andal dan Harga Terjangkau
Sedangkan henti jantung adalah berubahnya pola detak jantung menjadi tidak teratur dan jika terlambat dalam penanganan bisa menyebabkan henti jantung yang berujung pada kematian.
Gejala Henti Jantung
Gejala awal henti jantung ini bisa menjadi tanda awal peringatan yang bisa menjadi acuan untuk segera berobat ke dokter, yakni:
- Tiba-tiba merasa pusing
- Sesak napas
- Lelah dan muntah-muntah
- Detak jantung yang tiba-tiba berdebar
- Merasakan sakit pada dada
- Kesulitan bernapas secara tiba-tiba
- Mengalami penurunan kesadaran hingga pingsan
Baca Juga: Kemenag Pastikan Tunjangan Insentif Guru Tetap Cair Meski Ada Efisiensi, Ini Syaratnya!
Penyebab Henti Jantung di Usia Muda
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab henti jantung di usia muda.
- Kardiomiopati hipertrofik
Ini biasanya karena bawaan atau turunan yang biasanya luput dari diagnosis.
Kardiomiopati hipertrofik juga menjadi penyebab henti jantung paling sering pada orang-orang di usia muda.
Baca Juga: Terpotong hingga 50 Persen, Kouta PPG 2025 Tedampak Efisiensi Anggaran, Ini Detailnya
Biasanya terjadi karena sel otot ruang bawah jantung menebal sehingga membuat irama jantung menjadi tidak normal, paling sering saat berolahraga.
- Kelainan arteri koroner
Kecacatan pada cara arteri koroner terhubung ke jantung dapat menyebabkan penurunan suplai darah ke otot jantung saat berolahraga.