Satu-satunya keunggulan yang masih dipegang AS, menurut Raymond, adalah inovasi teknologi dari segi Intellectual Property (IP). Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Tesla, Microsoft, dan Apple masih menjadi motor penggerak inovasi dunia.
"Kecuali yang Amerika sudah menang, yaitu inovasi teknologi dari segi IP. Perusahaan seperti Tesla, Microsoft, Apple, simpelnya Trump merancang strategi agar tetap nomor satu," pungkas Raymond, menyiratkan bahwa perang dagang ini juga merupakan upaya AS untuk mempertahankan dominasinya di sektor teknologi.
Baca Juga: Geger! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Saat USG, Bukti CCTV Beredar
Analisis blak-blakan dari Raymond Chin ini tentu membuka perspektif baru dalam melihat dinamika perang dagang AS-China.
Alih-alih sekadar persaingan tarif, ini bisa jadi pertarungan yang lebih dalam mengenai hegemoni ekonomi dan teknologi global, di mana China disebut-sebut telah selangkah lebih maju. (*)
Artikel Terkait
Perbandingan Lengkap Nokia N75 Max vs Samsung Galaxy A36 5G: Mana Pilihan Terbaik di 2025?
Kado Ulang Tahun Penuh Makna: Abidzar Somasi Haters Demi Umi Pipik, Sang Ibu Kirim Pesan Menyentuh
APBD Perubahan Harus Disahkan Juni 2025, Pembentukan Kopdes Merah Putih Wajib Masuk Agenda Daerah
Wagub Fatmawati Tekankan Humanisme Satpol PP, Luwu Utara Sabet Juara Defile di Apel Siaga Sulsel
Kontroversi Penjurusan SMA Jilid II: Menteri Mu'ti Putar Balik Kebijakan, P2G Angkat Bicara
Promedia Teknologi Indonesia Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 2025: Momen Seluruh Karyawan Jalin Silaturahmi
Samsung Galaxy Tab A9 vs Nokia T21: Pertarungan Layar, Performa, dan Sistem Operasi
Rumah La Nyalla Digeledah KPK, Sinyal Pemanggilan Menguat