Kebijakan tarif resiprokal AS ini memang memberikan tekanan yang berbeda-beda bagi setiap negara anggota ASEAN.
Berdasarkan data yang terungkap, selain Indonesia dengan tarif 32%, negara-negara ASEAN lainnya juga menghadapi tarif yang bervariasi, antara lain:
Baca Juga: Perang Hak Cipta di Ujung Pena? Ghibli Berpotensi Seret OpenAI ke Meja Hijau AS!
* Malaysia: 24%
* Brunei Darussalam: 24%
* Filipina: 17%
* Singapura: 10%
* Kamboja: 49%
* Laos: 48%
* Vietnam: 46%
* Myanmar: 44%
* Thailand: 36%
Baca Juga: Palu di Hati, Tanah Kusir Sementara: Wasiat Terakhir dan Cinta Ray Sahetapy pada Kampung Halaman
Perbedaan besaran tarif ini semakin menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan solidaritas di antara negara-negara ASEAN.
Respons bersama yang terukur dan strategis diharapkan dapat meminimalkan kerugian ekonomi dan mempertahankan stabilitas kawasan di tengah kebijakan perdagangan global yang dinamis.
Artikel Terkait
Rencana Trump Bangun Kembali Gaza yang Hancur Akibat Perang, Bakal Jadi 'Mar-A-Lago' versi Timur Tengah?
Geliat AS Relokasi Warga Gaza Tuai Kontroversi: 3 Negara Ini Tolak Gagasan Trump-Netanyahu, dari China hingga Indonesia
Trump Tidak Ingin Mendeportasi Pangeran Harry dari AS dan Menyebut Meghan Adalah Sosok yang Buruk
Trump Ancam Gaza! Sebut Terjadi 'Neraka' Jika Sandera Israel Tidak Dibebaskan
Ditutupnya USAID Oleh Trump Berdampak Bagi Indonesia, Kanada Buka Peluang Kerja Sama
Trump Pasang Tarif Tinggi, Indonesia di Ujung Jurang Resesi? Ini Jurus Jitu Prabowo Selamatkan Ekonomi!
'Hari Pembebasan' Trump Berbuntut Petaka? Tarif Impor 32% Mengancam Ekonomi Indonesia!
'Hari Pembebasan' Trump Jadi Mimpi Buruk? Indonesia Dihantam Tarif Impor 32%!
Bukan Sekadar Tarif, Tapi 'Balas Dendam'? Trump Ungkap Alasan di Balik Pajak Impor 32% ke Indonesia!
Makin Absurd: Kebijakan Dagang Trump Sasar Pulau Penguin Tak Berpenghuni!