Fatmawati juga menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan program kebersihan di daerah agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di Parepare ada program Jumat Bersih. Saya harap ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, isu kesehatan turut menjadi perhatian, khususnya terkait angka stunting di Kota Parepare. Berdasarkan data yang tersedia, angka stunting Parepare berada di kisaran 26 persen, sedikit di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 23,3 persen. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan penurunan stunting melalui intervensi terpadu di tingkat daerah.
Baca Juga: BKAD dan BPK Cek Fisik Randis OPD di Bulukumba, Pajak dan Administrasi Jadi Sorotan
Ia meminta agar dilakukan validasi data secara menyeluruh serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanganan stunting.
“Saya minta Dinas Kesehatan dan seluruh jajaran puskesmas untuk mengecek kembali dan memvalidasi data secara faktual di lapangan,” ujarnya.
Baca Juga: Wabup Andi Edy Manaf Apresiasi Bulukumba United U-16 Usai Raih Juara 3 di Ajang Internasional
Fatmawati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan perempuan dan anak, termasuk pencegahan kekerasan serta penanganan angka putus sekolah.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan mengatasi berbagai persoalan perempuan dan anak, baik kekerasan maupun tantangan sosial lainnya,” katanya.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Parepare yang dibacakan Sekretaris Daerah Amarun Agung Hamka menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur bersama jajaran Kaukus Perempuan Parlemen.
Baca Juga: Bupati Sinjai Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros, Dukung 36 Kafilah Raih Prestasi
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan seluruh rombongan hari ini merupakan energi besar, bukan hanya bagi kegiatan ini, tetapi juga bagi semangat pemberdayaan perempuan secara keseluruhan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penguatan perempuan akan berdampak luas terhadap pembangunan daerah.
“Kita semua memahami bahwa ketika perempuan diperkuat kapasitasnya, maka yang menguat bukan hanya dirinya, tetapi keluarga, masyarakat, bahkan masa depan daerah,” tutupnya. (*)