Sulawesinetwork.com – Di tengah hiruk-pikuk agenda pembangunan dan percepatan ekonomi tahun 2025, sebuah suara lantang dari Sekretaris Kohati HMI Cabang Bulukumba, Nadia Arsyad, mengingatkan kita tentang ancaman nyata yang tak kalah genting: krisis lingkungan.
Pembangunan yang mengabaikan keseimbangan alam, tegasnya, hanya akan mempercepat kehancuran.
"Isu-isu seperti kesenjangan ekonomi, kualitas pendidikan, pemerataan infrastruktur, dan transformasi digital memang penting. Namun, krisis lingkungan kini menjadi ancaman nyata yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata," ujar Nadia.
Baca Juga: Wawali Parepare Hermanto Pasennang Merapat ke PAN: Gebrakan Elektoral PAN Sulsel Jelang 2029!
Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, telah menyaksikan serangkaian peringatan alam.
Banjir bandang, kekeringan ekstrem, suhu yang makin panas, dan kualitas udara yang memburuk adalah bukti nyata kesalahan kita dalam memperlakukan bumi.
Ironisnya, fenomena ini terjadi bersamaan dengan pesatnya industri ekstraktif, khususnya tambang nikel, di wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, dan Raja Ampat.
Baca Juga: Mensos Tegaskan PKH Ujung Tombak Kesejahteraan: Pendamping Diminta Jadi Agen Perubahan!
Nadia menyoroti dampak mengerikan dari aktivitas pertambangan yang abai terhadap daya dukung lingkungan.
"Daerah-daerah ini, yang dulu dikenal kaya keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, kini menghadapi tekanan luar biasa."
Kerusakan lingkungan akibat tambang nikel tak hanya sebatas hutan gundul atau laut tercemar.
Baca Juga: Kabar Gembira! PPPK Tahap 2 Dipastikan Diangkat Tahun Ini, Berikut Jadwal Pengumuman
Ini menyangkut nasib masyarakat lokal yang kehilangan ruang hidup, mata pencarian, dan akses air bersih.
Kerusakan tanah, pencemaran air oleh logam berat, hilangnya habitat alami, bahkan abrasi pesisir akibat reklamasi dan eksploitasi tak terkendali adalah jejak panjang yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
KNPI Bulukumba Gelar FGD Sekaligus Penobatan Om Ucu sebagai Duta Lingkungan
Seputar ‘Grooming’ di Lingkungan Sekolah, Ini Alasan Orang Tua Wajib Waspada
HMI Kumpulkan Petisi, Minta Debat Pilkada Bantaeng Bahas Isu Korupsi dan Lingkungan
KAHMI Sulsel Dorong Isu Lingkungan Jadi Prioritas Pembangunan
Membangun Masyarakat Inklusi yang Peduli Lingkungan dari Desa
Gubernur Sulsel Desak Evaluasi Tambang Emas di Luwu, Dampak Lingkungan dan Ketimpangan Jadi Ancaman
Aksi Heroik Siswa Bekasi: Bersihkan Sungai, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan, Lebih Bermakna dari Wisuda Mewah!
Siapa Andrew Kalaweit? Aktivis Lingkungan Muda Masuk Forbes 30 Under 30, Berikut Kisahnya
Peringatan Hari Lingkungan Hidup: Pegiat Lingkungan Desak Produsen dan Pemkab Bulukumba Hentikan Polusi Plastik!
DPRD Bulukumba Gelar RDP Pembongkaran Bangunan di Tahura Bonto Bahari: Mencari Solusi Terbaik untuk Lingkungan dan Masyarakat