Dari jumlah tersebut, 1.197 adalah kekerasan terhadap perempuan, sementara 981 kasus menimpa anak-anak. Yang memprihatinkan, korban terbanyak berada pada kelompok usia 0–5 tahun, yang trennya terus meningkat.
Fatmawati menegaskan, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Pemprov Sulsel bahkan telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan.
Sementara itu, Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual.
Baca Juga: LSI Denny JA: Prabowo Butuh Sosok 'Mr Clean' Seperti Andi Amran Sulaiman
Ia mengapresiasi banyaknya korban yang mulai berani berbicara, namun juga mengingatkan bahwa masih banyak yang belum melapor.
Menteri PPPA mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tiga program prioritas, yakni:
- Ruang Bersama Indonesia (RBI)
- Perluasan Pemanfaatan Call Center
- Satu Data Perempuan dan Anak Berbasis Desa
Baca Juga: Pantau Langsung PSU Pilwalkot Palopo, Gubernur Sulsel Pastikan Demokrasi Berjalan Jujur dan Adil
"Kami memiliki tiga program prioritas yakni, Ruang Bersama Indonesia (RBI), Perluasan Pemanfaatan Call Center, Satu Data tentang Perempuan dan Anak Berbasis Desa," katanya.(*)
Artikel Terkait
Drama Hukum Pemilik CV Sentoso Seal: Dari Penahanan Ijazah Hingga Rompi Tahanan
Miris! Makanan Bergizi Gratis di SD 221 Tanah Kongkong Bulukumba Malah Buat Siswa Sakit Perut
Camat Ujung Bulu Puji Respons Cepat Bupati Bulukumba Beri Solusi Atasi Krisis Air Bersih
Kemenag Bantah Keras Isu Jemaah Haji Indonesia Terlantar di Makkah: Video Viral Tak Sepenuhnya Benar!
Akses Ibadah Haji Terjamin: Kemenag Pastikan Ratusan Ribu Jemaah Sudah Kantongi Kartu Nusuk, Percepatan Distribusi Terus Digenjot!
Sudah Raih WTP dan Inflasi Rendah, Kenapa Bulukumba Tak Dapat Dana Insentif Fiskal?
Meikarta: Epilog Tujuh Tahun Penantian, Secercah Harapan di Era Prabowo