Sulawesinetwork.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyatakan kesiapan dan kesigapannya dalam mendukung program prioritas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, saat menghadiri Dialog Bersama dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat malam, 23 Mei 2025.
“Pemprov Sulsel akan terus mendukung program nasional dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ini sejalan dengan visi Sulsel: Maju dan Berkarakter,” ujar Fatmawati.
Fatmawati mengungkapkan, saat ini Sulsel memiliki tiga kepala daerah perempuan dan empat wakil kepala daerah perempuan, termasuk dirinya. Selain itu, Ketua DPRD Provinsi Sulsel juga dijabat oleh perempuan.
Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan gender di Sulsel terus berjalan secara positif. Keberpihakan terhadap perempuan telah berjalan baik dan inklusif.
"Di Provinsi Sulsel ada tiga kepala daerah perempuan dan untuk wakil kepala daerah empat bersama saya, tentu tidak ada keraguan lagi atas kesetaraan gender dan juga Ketua DRPD Sulsel adalah perempuan juga," sebutnya.
Baca Juga: Syamsir Paro Siap Ramaikan Bursa Ketua DPD PAN Bulukumba: Figur Kuat, Tiga Periode di DPRD
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati menyampaikan bahwa 16 kabupaten/kota di Sulsel telah menerima Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen terhadap kesetaraan gender.
Sementara itu, 22 kabupaten/kota juga meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) karena menunjukkan progres signifikan dalam perlindungan anak.
Wagub Sulsel juga menyoroti pentingnya sinergi semua pihak dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk keterlibatan aktif pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, dan mitra komunitas.
Baca Juga: Orang Tua Siswa Keluhkan Anaknya Sakit Perut, Penyedia MBG di SMPN 2 Akui Nasi Lembek dan Basah
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara pemerintah, bupati/wali kota, serta Tim Penggerak PKK sangat diperlukan," tegasnya.
Berdasarkan data tahun 2024, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulsel tercatat sebanyak 1.484 kasus.
Artikel Terkait
Drama Hukum Pemilik CV Sentoso Seal: Dari Penahanan Ijazah Hingga Rompi Tahanan
Miris! Makanan Bergizi Gratis di SD 221 Tanah Kongkong Bulukumba Malah Buat Siswa Sakit Perut
Camat Ujung Bulu Puji Respons Cepat Bupati Bulukumba Beri Solusi Atasi Krisis Air Bersih
Kemenag Bantah Keras Isu Jemaah Haji Indonesia Terlantar di Makkah: Video Viral Tak Sepenuhnya Benar!
Akses Ibadah Haji Terjamin: Kemenag Pastikan Ratusan Ribu Jemaah Sudah Kantongi Kartu Nusuk, Percepatan Distribusi Terus Digenjot!
Sudah Raih WTP dan Inflasi Rendah, Kenapa Bulukumba Tak Dapat Dana Insentif Fiskal?
Meikarta: Epilog Tujuh Tahun Penantian, Secercah Harapan di Era Prabowo