Kisah Pilu Adit di Majalaya: Selalu Sisihkan Makanan Masjid untuk Nenek, Sering Hanya Makan Nasi Garam Kecap

photo author
Sytha AR, Sulawesi Network
- Jumat, 20 Februari 2026 | 16:39 WIB
Seorang anak di Bandung yang selalu membawa pulang makanan dari masjid untuk neneknya. (Instagram/masjidpemudaalhamra)
Seorang anak di Bandung yang selalu membawa pulang makanan dari masjid untuk neneknya. (Instagram/masjidpemudaalhamra)

"Nggak perlu makan enak, asalkan ada garam atau kecap, nggak pilih-pilih makan," ujarnya pilu.

Kondisi ekonomi yang terbatas terkadang membuat mereka hanya mampu membeli kepala ayam atau bahkan hanya makan nasi dengan garam dan kecap.

Baca Juga: Perjuangan Siswa SD di Tolikara: Menunggu Pesawat Lepas Landas Menjadi 'Lampu Merah' Alami demi Pergi ke Sekolah

Meski hidup dalam keterbatasan, sang nenek memiliki harapan besar untuk Adit. Ia ingin Adit mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

"Nenek berharap ada yang ngurus Adit, tapi ‘mau sama nenek’ katanya. Nenek kasihan banget melihat Adit, coba sambil ikut ngaji tapi ketemu orang mabuk terus," tutur sang nenek, menggambarkan dilema antara harapan untuk Adit dan ikatan batin mereka.

Ia juga mengungkapkan tidak memiliki biaya untuk memasukkan Adit ke pesantren, bahkan untuk uang makan sehari-hari pun sulit.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Depan SPBU Jalanjang: Polres Bulukumba Tetapkan 3 Tersangka Penikaman Pemuda Asal Kajang

Video ini telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan mengundang ribuan komentar penuh simpati dari warganet.

Banyak yang terharu dengan kebaikan tetangga Adit dan mendoakan kebaikan bagi Adit dan neneknya.

“Tetangga dia juga baik, suka membagi makanan,” tulis akun @fen******a.

Baca Juga: Nyawa Penumpang Terancam! Bus PO Harapan Jaya Ugal-ugalan di Jombang, Sopir Diduga Mabuk dan Bawa Miras di Kabin

“Semoga selalu dilancarkan rezeki untuk anak dan neneknya, juga masjid yang membantu ini,” komentar akun @rad*******h.

“Nyesek banget dengernya, sehat-sehat dek semoga kelak jadi orang sukses,” timpal akun @vv*******_.

Kisah Adit menjadi cerminan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang berjuang keras hanya untuk bertahan hidup, namun memiliki hati yang mulia dan penuh kasih sayang terhadap keluarga.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sytha AR

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X