"Nggak perlu makan enak, asalkan ada garam atau kecap, nggak pilih-pilih makan," ujarnya pilu.
Kondisi ekonomi yang terbatas terkadang membuat mereka hanya mampu membeli kepala ayam atau bahkan hanya makan nasi dengan garam dan kecap.
Meski hidup dalam keterbatasan, sang nenek memiliki harapan besar untuk Adit. Ia ingin Adit mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
"Nenek berharap ada yang ngurus Adit, tapi ‘mau sama nenek’ katanya. Nenek kasihan banget melihat Adit, coba sambil ikut ngaji tapi ketemu orang mabuk terus," tutur sang nenek, menggambarkan dilema antara harapan untuk Adit dan ikatan batin mereka.
Ia juga mengungkapkan tidak memiliki biaya untuk memasukkan Adit ke pesantren, bahkan untuk uang makan sehari-hari pun sulit.
Video ini telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan mengundang ribuan komentar penuh simpati dari warganet.
Banyak yang terharu dengan kebaikan tetangga Adit dan mendoakan kebaikan bagi Adit dan neneknya.
“Tetangga dia juga baik, suka membagi makanan,” tulis akun @fen******a.
“Semoga selalu dilancarkan rezeki untuk anak dan neneknya, juga masjid yang membantu ini,” komentar akun @rad*******h.
“Nyesek banget dengernya, sehat-sehat dek semoga kelak jadi orang sukses,” timpal akun @vv*******_.
Kisah Adit menjadi cerminan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang berjuang keras hanya untuk bertahan hidup, namun memiliki hati yang mulia dan penuh kasih sayang terhadap keluarga.(*)