Akses Terputus! Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kian Meluas, Jalan Alternatif Kini Ditutup Total

photo author
Sytha AR, Sulawesi Network
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:36 WIB
Lubang raksasa di Aceh Tengah: Pengendalian air bawah tanah. (sda.pu.go.id)
Lubang raksasa di Aceh Tengah: Pengendalian air bawah tanah. (sda.pu.go.id)

Sulawesinetwork.com – Ancaman lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, memasuki fase yang kian mengkhawatirkan.

Fenomena yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade ini kini memaksa otoritas setempat untuk menutup total akses jalan alternatif warga demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

Kondisi tanah yang terus amblas membuat bibir lubang kini telah menggerus badan jalan, menjadikan jalur tersebut sangat rawan runtuh sewaktu-waktu.

Baca Juga: Skandal Oknum Ketua RT di Banjarnegara! Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangga Mandi, Anak Korban Viralkan karena Laporan Mandek

Berdasarkan pantauan dari akun Instagram @keber_gayo pada Jumat sore (20/2/2026), jalan alternatif yang selama ini menjadi tumpuan warga kini telah dipasangi barikade batang kayu sebagai tanda larangan melintas.

“Nampak semakin berbahaya, nggak bisa lagi dilewati karena bisa tiba-tiba amblas. Jalan tutup total, untuk pengguna jalan silakan lewat Blang Mancung yang tembus Suka Ramai,” ujar perekam video dalam unggahan yang dikutip pada Sabtu (21/2/2026).

Langkah penutupan ini diambil mengingat diameter lubang terus melebar secara drastis, menelan lahan perkebunan dan sawah di sekelilingnya tanpa henti.

Baca Juga: Cita-Cita Jadi Kiai Kandas di Tangan Ibu Tiri! Tangis Ayah NS Pecah Kenang Bekal Rp50 Ribu Terakhir untuk Sang Santri

Untuk mengatasi isolasi wilayah, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama instansi terkait tengah mengoperasikan alat berat guna membuka jalur alternatif baru.

Meski menjadi solusi jangka pendek, jalur pengganti ini memberikan tantangan baru bagi masyarakat setempat.

"Lokasi jalan tersebut cukup jauh dan mengharuskan pengendara memutar lebih panjang dari jalur biasanya," tulis keterangan dalam laporan di lapangan.

Baca Juga: Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: NS Meninggal dengan Luka Bakar, Ibu Tiri Diduga Pernah Berulah Setahun Lalu

Kendati jarak tempuh menjadi lebih lama, aspek keselamatan menjadi prioritas utama mengingat struktur tanah di area terdampak sangat tidak stabil.

Menanggapi fenomena yang sering disebut warga sebagai "lubang maut" ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan klarifikasi ilmiah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sytha AR

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X