"Untuk yang muslim, yang berpuasa, dikasih makanan yang kering," tambahnya.
MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita
Zulhas menuturkan, MBG untuk ibu hamil dan balita tetap berjalan seperti biasa selama Ramadan 2026.
Artinya, menu MBG yang diberikan tetap berupa makanan jadi siap makan. Adapun, sekolah non-muslim juga menjalankan MBG seperti biasa.
Baca Juga: Filosofi Kain Kajang, Hari Jadi Bulukumba ke-66 Usung Tema Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan
"Balita kan enggak puasa, jadi seperti biasa," ucap Zulhas.
Selain itu, terdapat pula skema khusus yang dijalankan untuk MBG di kalangan pesantren.
Nantinya, MBG diberikan di jam sore atau menjelang waktu berbuka puasa.
"(MBG) bulan puasa tetap, pondok pesantren ganti waktu jadi sore, sekolah yang non-muslim seperti biasa, Ibu hamil dan balita seperti biasa," terang Zulhas.
Baca Juga: Prabowo Ajak Elite Bersatu Berantas Kemiskinan, Kelola Kekayaan Alam untuk Rakyat
"Sekolah umum yang muslim diganti makanannya kering," sambungnya.
Kepala BGN: Demi Cegah Stunting
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebutkan MBG bertujuan untuk pencegahan stunting di Tanah Air.
Hal tersebut, sehingga selain siswa di sekolah-sekolah, program itu juga menyasar para ibu hamil, menyusui dan balita, selama Ramadan 2026.
Dengan langkah itu, diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk menekan serendah mungkin angka stunting nasional.