Sulawesinetwork.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba resmi meluncurkan logo dan tema Hari Jadi Bulukumba ke-66. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan hari jadi daerah yang dikenal dengan julukan Butta Panrita Lopi.
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Bulukumba mengusung tema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan”.
Tema tersebut merefleksikan arah pembangunan daerah yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan fisik dan ekonomi, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup.
Baca Juga: Prabowo Ajak Elite Bersatu Berantas Kemiskinan, Kelola Kekayaan Alam untuk Rakyat
Kepala Bidang Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan pendekatan pembangunan yang bersifat holistik dan berimbang.
“Pembangunan daerah harus mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Tema ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga demi keberlanjutan generasi mendatang,” ujar Andi Ayatullah.
Baca Juga: Bupati Bantaeng Dan Wabup Bersama Forkopimda Kompak Hadiri Rakornas 2026
Filosofi Kain Kajang Jadi Identitas Visual
Logo Hari Jadi Bulukumba ke-66 dirancang dengan mengangkat filosofi Kain Kajang, kain hitam khas masyarakat adat Ammatoa Kajang.
Kain ini sarat makna, melambangkan kesederhanaan, keteguhan prinsip, kejujuran, integritas, serta keselarasan hidup dengan alam—nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi identitas budaya Bulukumba.
Baca Juga: Plt Kadis Kominfo SP Sulsel Tekankan Penguatan Peran Humas dan Layanan Informasi Publik
Sentuhan elemen visual modern turut dipadukan dalam desain logo untuk menggambarkan Bulukumba yang terus bertumbuh, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan perpaduan tersebut, logo tidak hanya tampil sebagai simbol seremonial, tetapi juga merepresentasikan arah pembangunan jangka panjang daerah.
Makna Warna Hitam dan Angka 66